"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
"Ustadzah Zahira"Pantas saja Rafa tidak bisa lupa ternyata Zahira adalah teman masa kuliahnya.
"Asyara" Panggil Rafa, Asya yang mendengar itu buru-buru menyimpan foto tersebut.
"Sedang apa Kamu?" Tanya Rafa saat melihat Asya seperti menyembunyikan sesuatu. Asya menatap Rafa gelagapan " Gak a-ada apa-apa kok Gus"
"Emm kamarnya di-mana yah Gus?" tanyanya mengalihkan pembicaraan. "Ikuti Saya" Rafa Kemudian berjalan yang di ikuti Asya.
"Kamu bisa tidur di sini"
Asya yang melihat kamar ini di buat takjub, kamar bernuansa biru. Asya perlahan-lahan masuk ke kamar tersebut. "Kamarnya bagus Asya suka"Ucap Asya takjub, Rafa mendekati Asya sembari melirik ke arah jendela.
"Zahira sangat menyukai warna biru, jadi Saya berinsiatif membuat kamar seperti ini"Jelas Rafa, Asya yang tadinya tersenyum sedetik kemudian senyumnya memudar.
"Em, jadi Kita tidur di sini?" Tanya Asya mencoba mengalihkan pembicaraan Ia tidak sanggup mendengar hal-hal lain keluar dari mulut Rafa tentang Zahira.
"Hanya Kamu" Jawab Rafa singkat, Asya berpikir jika dia di sini lalu dimana Rafa tidur.
"Emang Gus gak tidur di sini?"
"Saya akan tidur di kamar lain, Kamu bisa disini sendiri"
"Kenapa Gus gak tidur di sini bersama Asya?" Bukannya menjawab Rafa malah menatap setiap sudut ruangan.
"Saya lupa menyimpan sofa di kamar, jadi Saya tidak bisa tidur di sini"Jelas Rafa meninggalkan Asya sendiri di sana.
Asya tak menanggapi karena ia tahu prihal apa yang Rafa jelaskan barusan. Tanpa sepatah katapun Asya ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Beberapa menit berganti pakaian ia keluar dari kamar mandi sontak dirinya terkejut saat mendapati Rafa sudah terbaring di kasur.
"Gus" panggil Asya, Rafa kemudian menoleh ke arahnya. "Ada apa?" Bukankah ini pertanyaan yang tidak perlu di jawab pasalnya Rafa sudah bilang akan tidur di kamar lain kenapa sekarang mendadak ada di sini.
"Kenapa Gus ada di sini?" Tanya Asya kembali.
" Saya lupa kalau kamar tamu belum ada tempat tidur."Tanpa menjawab perkataan Rafa Asya memilih ikut berbaring di sebelahnya, mereka berdua tidur saling membelakangi satu sama lain.