"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
سأظلأجبكفإنلمتكنقدريفيكفي انككنتاختياري
"Aku akan terus mencintaimu, dan bila kamu tidak menjadi takdirku. Maka cukuplah bahwa dirimu pernah menjadi pilihanku"
"""
(2K votes dan coment, bantu tembusin guys, kalau dalam waktu satu hari tembus aku bakalan Up lagi)
"""
"Sya Kamu gak papa kan?" Tanya Rafa panik karena Asya tidak sengaja memecahkan mangkuk. Tanpa mengatakan apapun Asya memilih untuk membersihkan sisa pecahan kaca tersebut. "Sya biar Mas saja." Larang Rafa.
"Kita obatin luka Kamu dulu." Kemudian Rafa membawa Asya agar duduk di kasur, lalu mengambil obat P3K.
"Aws pelan-pelan Mas."
"Maaf Sya, Mas coba pelan-pelan yah. Nanti Kamu harus hati-hati. Mas hawatir kalau Kamu terluka." Rafa mencoba membersihkan sedikit darah di lengan Asya.
"Sudah selesai."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu di sini saja, biar Mas yang bersihkan." Rafa kembali membersihkan sisa pecahan kaca tersebut.
Setelah selesai ia juga membawa sebuah mangkuk yang berisi bubur dan menghampiri Asya. "Untung buburnya masih ada"
Rafa duduk di sebelah Asya. "Kamu makan yah, biar Mas suapin. Besok pagi kita pulang ke pesantren." Ucap Rafa mencoba untuk menyuapi Asya.
"Aku bisa sendiri." Tolaknya, ia mengambil sendok dan mangkuk yang ada pada tangan Rafa.
"Sya tangan Kamu pasti sakit, biar Mas saja yah." Tawar Rafa kembali, ia tidak mau Asya merasakan sakit kembali.