"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
هيكاالقمرجميلةولكنهابعيدة
"Dia seperti bulan, indah. Tetapi jauh"
""""
Malam hari ini suasana di ndalem sangat menegangkan, lebih tepatnya suana hati Rafa ia kebingungan tentang apa yang harus di bicarakan terlebih dahulu kepada orang Tuanya.
"Nak apa yang akan Kamu bicarakan?" Tanya Aisyah saat Rafa meminta waktu untuk berbicara sesuatu padanya dan Imran.
"Maaf Abi, Umma kalau Rafa lancang, Rafa ingin berterus terang tentang perasaan Rafa" Ucap Rafa sedikit gugup.
"Di lihat-lihat, apakah Kamu ingin membicarakan tentang Perempuan?" Tanya Imran Rafa menatapnya dan mengangguk sebagai jawaban "Kalau Rafa tidak berterus terang, Rafa takut terjerus hal-hal yang tidak baik. Disini niat Rafa untuk melamar salah satu santri Abi" Terus terang Rafa perasaannya sekarang kembali normal.
Imran tersenyum mendengar penjelasan Rafa, inilah yang selalu mereka tunggu "Jika Kamu sudah siap Abi dan Umma setuju. Semoga Kamu bisa membingbing keluargamu nanti, siapapun yang Kamu pilih insya Allah Abi dan Umma akan merestui kalian"
"Umma juga sama Nak, ngomong-ngomong siapa yang ingin Kamu lamar?" Tanya Aisyah. Hendak Rafa ingin menjawab namun bel ndalem berbunyi kencang.
"Ada apa itu?" Tanya Imran menatap Aisyah.
"Biar Rafa yang periksa Umma" Rafa kemudian meninggalkan Aisyah dan Imran untuk mengecek pintu.
"Umma tahu siapa yang akan Rafa lamar?" Tanya Imran pada Aisyah.
"Umma gak tahu, tapi sebulan lalu Asya pernah menjahili Rafa agar melamarnya. Apakah mungkin dia ingin melamar Asya?" Tanda tanya Aisyah pada Imran.
"Asya yang anak dari teman Abi?" Tanya Imran kembali yang di angguki Aisyah.
"Bisa saja Rafa kalau cari tipe pasti yang cantik, ternyata dia diam-diam menyukai perempuan yang seumuran almarhum adiknya toh" Ucap Imran.
"Tapi itu juga belum tentu Asya orangnya"
"Tapi semoga saja, Abi ingin besanan sama temen kecil Abi" Jelas Imran.
Di lain tempat Rafa membuka pintu ruang tamu. "Eh Assalamu'alaikum Gus"
"Wa'alaikum salam, ada apa Amara kamu kelihatan terburu-buru" Tanya Rafa saat melihat raut wajah panik Amara.