"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
"Wanita punya satu hati,dua akal. Lelaki punya satu akal, dua hati dan terkadang tiga"
"""
Di pagi hari Asya seperti orang sibuk, padahal kegiatannya hanya menyiram tanaman. Ia mengingat sebuah bunga di kamar ndalem yang di berikan Rafa. Apakah Rafa menyiramnya hari ini. Sedang asik menyiram bunga, tiba-tiba ada seseorang yang memeganggilnya. "Non"
"Astagfirullah." Kaget Asya saat melihat bi Ina.
Bi Ina tersenyum sambil meminta maaf." Maaf Non, Bibi gak bermaksud mengagetkan. Ini ada yang kirim paket buat Non." Bi Ina memberikan sebuah kotak pada Asya.
"Dari siapa yah Bi?" Tanya Asya padahal dirinya sama sekali tidak membeli apapun. Tapi kenapa ada sebuah paket untuknya. Bi Ina menggeleng." Bibi kurang tau Non. Tadi bibi di kasih dari pak Jaen, katanya buat Non Asya."
Asya sedikit berpikir lalu mengangguk." Ouh yaudah Bi, makasih yah." "Sama-sama Non, kalau gitu Bibi pamit yah." Bi Ina pun pergi. Asya merasa penasaran. Tapi di lihat-lihat kotak ini berwarna kesukaannya. Namun siapa yang mengirim ini. Tidak mungkin Rafa bukan.
Dengan penuh penasaran, Asya perlahan-lahan membuka kotak tersebut. Raut wajah shok terpangpang di wajahnya. Tidak tahu siapa yang mengirim ini, namun Asya sangat menyukainya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siapa yang kirim ini yah? Tapi berbentuk bulan, apa jangan-jangan Gus Rafa mengirimnya." Asya di buat bingung. Namun beberapa menit kemudian ternyata terdapat sebuah kertas kecil yang bertulisan FRA.