"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
مَارَأَيتُلِلمتَحَابّينَمِثْلَالنِّكَاح
"Tidak pernah kulihat bagi dua orang yang saling mencintai semisal (cinta dalam) pernikahan.
"""
"Asya akan baik-baik saja Gus." Jawab Asya. Tanpa mengatakan sepatah katapun Rafa langsung memegang lengan Asya.
"Maaf jika Saya telah melakukan kesalahan." Ucapnya, Asya hanya diam tak menanggapi perkataan Rafa.
Setelah mereka sampai di pintu gerbang pesantren, Asya keluar meninggalkan Rafa untuk menuju ndalem "Kok kosong sih." Heran Asya karena tidak mendapati Aisyah dan Imran di sini.
"Kamu sedang mencari siapa?" Tanya Rafa dari belakang menghampiri Asya.
"Umma sama Abi."
"Mereka sedang mempersiapkan pernikahan Kita." Jawab Rafa mendekati Asya.
"Kalau gitu Asya mau ke asrama dulu Gus. Assalamu'alaikum."
Ditengah perjalanan menuju asrama terlihat banyak orang yang meliriknya dengan tatapan tak suka. "Kasihan banget Ustadzah Zahira yah, kok bisa ke tikung sama modelan kek gini"
"Katanya ngaku keluarga ndalem, eh kenyataannya mepet Gus Rafa"
"Gak tahu malu banget tiba-tiba sama Gus Rafa"
"Dah pasti di pelet inimah Gus kita iya gak?"
"Yakali kagak di pelet bisa mau sama beginian"
Begitulah banyak orang yang mencibir Asya. Tapi Asya tak menanggapi ucapan mereka.
Setelah berada di Asrama ia langsung membuka pintu, di sana terlihat ada Derina dan Amara. "Asya." Teriak Amara.
"Kenapa?" Jawab Asya, Dirinya tidak punya energi sama sekali bahkan untuk berbicara hal-hal yang tidak penting.
"Beneran kan? Kita gak mimpi Kamu mau nikah sama Gus Rafa?" Tanya Amara antusias.
Asya berpikir lama, kenapa beritanya bisa tersebar dengan cepat padahal dirinya hanya meninggalkan pesantren selama dua hari.
"Iyah."
"Wihh Kita gak nyangka banget tahu."
Mendengar itu Derina menghampiri mereka berdua." Eh btw kok bisa sih Kamu suka sama Gus Rafa, padahal kan kalian kalau di liat-liat gak akur." Tanya derina.