"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
الحبّهوانترىفيطريقكألفشخص ولايروقلكإلامنأحببت.
"Cinta ialah ketika engkau melihat seribu orang di perjalanan tetapi tidak ada yang mendebarkanmu kecuali orang yang engkau cintai."
"""
Suara kelakson para mobil di belakang Rafa terdengar jelas. Rafa melihat lampu dan ternyata sudah hijau. Ia pun kembali melihat perempuan itu namun sudah tidak ada kemudian mamajukan mobilnya kembali.
"Ini beneran gak salah liat kan? Itu memang Zahira. Tapi kenapa ia tidak memakai hijab dan kembali berpakaian seperti dulu." Tanda tanya Rafa. Yah walau ia tahu dari dulu Zahira tidak memakai hijab. Tapi bukankah ia sudah memutuskan berhijab setelah masuk pesantren.
Dilain tempat Asya dan Fael sudah sampai di panti asuhan. Fael keluar dari mobil lalu membuka pintu untuk Asya. Mereka berdua pun menghampiri anak-anak.
"Hallo semuanya."Ucap Fael. Mendengar itu anak-anak di sana langsung melihat sumber suara tersebut.
"Kak Fael." Mereka berlari ke arah Fael untuk memeluknya. "Kita kangen banget sama Kaka."
"Kaka juga kangen kalian." Jawab Fael. Memang sudah biasa setiap bulan Fael selalu ke sini. Namun ada kalanya juga Fael bersama Asya.
"Emm Kak Asya gak ikut yah, padahal kita kangen banget." Ucap lesu seorang anak. Mereka selalu merindukan Asya. Karena hampir tiga bulan Asya tak menjenguk mereka.
"Padahal Kaka bawa hadiah yang sudah kalian tunggu loh."Fael tersenyum sumringah. Anak-anak disana tentu antusias. Faelpun sedikit mundur.
"Kak Asya." Teriak mereka bersamaan, saat Asya tiba-tiba ada di belakang Fael.
"Hai, apa kabar kalian" Sapanya melambaikan tangan.
"Kita kangen Kaka tau." Teriak mereka.
Asya duduk sembari memeluk anak-anak. "Kaka juga kangen Kalian, maaf yah kaka baru bisa ke sini lagi." Asya tahu semuanya pasti kecewa. Karena dulu ia sering kesini mengantar Fael. Namun setelah menikah bersama Asya bingung jika harus kesini.
"Gak papa kok Kak, Kaka di sini juga kita sudah senang."
"Kalau gitu kita makan yuk, Kaka banyak bawa makanan dan mainan buat kalian." Ajak Asya. Anak-anak di sana meloncat-loncat kegirangan. Karena panti ini memang sedikit orang yang tahu. Jadi hanya ada satu dua orang yang suka berbagi kesini.