"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
"Cinta sejati tidak berakhir dengan kematian. Insya Allah cinta ini akan terus berlanjut sampai syurga."
(1k votes dan coment)
"""
Setelah Fael selesai Rafa langsung menemui Asya. Melihat keadaannya seperti ini tidak mungkin Rafa tenang. Sebuah penyesalan selalu menghampiri Rafa ntah pagi, siang,sore bahkan malam, Rafa seakan-akan dihantui oleh pikirannya sendiri. Rafa mengusap air mata Asya yang sedikit tersisa. Ntah apa yang Fael katakan hingga raga Asya pun menjawab pertanyaan Fael. Ini bukan sebuah lomba tetapi sudah pasti dirinya terkalahkan.
Sudah lima bulan pernikahan. Rafa tidak pernah merasakan amat cemburu, hawatir, dan menyesal tetapi untuk kali ini semuanya ada dalam waktu yang sama. Rafa selalu berpikir jika dari awal ia memperlakukan Asya dengan baik mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Tangan yang bergetar dan isak tangis yang Rafa tahan bahkan tidak mampu menghentikan rasa sakitnya. Ternyata seperti ini rasa kecewa terhadap diri sendiri. Tangan itu perlahan memegang lengan Asya, ini tidak membuatnya tenang tetapi rasa sakit malah semakin mendalam. Setiap malam Rafa selalu berdo'a agar tuhan mengampuni segala dosa yang telah ia lakukan pada istrinya sendiri.
"Sya Maaf" Lirih pelan Rafa, ntah apa yang harus Rafa ucapkan tetapi hanya kata maaf lah yang selalu terlintas di benak Rafa.
"""
Di dalam ruangan Fael Claudia menyuapi nya pelan-pelan. Claudia kira setelah menemui Asya Fael akan terlihat baik-baik saja ternyata sama saja bahkan tak ada senyum pun di wajah Fael.
"Claudia" Ucap Fael. Alih alih bertanya Claudia malah menatap Fael seksama, sebenarnya apa yang akan Fael katakan.
"Boleh Gua minta tolong?" Pinta Fael.
"Lo baru dari ruangan Asya kan, Lo mau ke sana lagi?" Tanya Claudia tak tahu apa yang akan Fael pinta darinya tetapi itu pasti bersangkutan dengan Asya.
"Bukan, Gua mohon buat lo cari kembaran Gua"
Deg
Kembaran? Kata itu membuat Claudia menatap Fael aneh. "Maksud Lo, Bukannya Lo Anak tunggal?" Tanya Claudia keheranan. Dari awal Fael masuk ke sekolah Claudia sama sekali tidak tahu bahwa Fael merupakan teman kecilnya di jerman dan setahu dia Fael adalah anak tunggal.