"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan jika kamu akan menjadi duri sekalipun, aku akan tetap memilihmu.
_Sang perindu bulan_
🌙🌙🌙
"""
Rafa langsung menghampiri Zahira terburu-buru, karena bagaimanapun ia sedikit hawatir pada Asya. Jika Rafa memberitahu Imran dan Aisyah tentang Asya masalahnya akan lebih rumit.
" Zahira" Panggil Rafa saat sudah berada di lokasi yang terdapat Zahira sendirian.
"Gus" jawab Zahira.
"Pak Yanto dimana?" Tanya Rafa saat tak mendapati Pak Yanto di tempat.
"Pak Yanto lagi menghubungi truk angkut mobil Gus"
"Yasudah, sekarang kita naik mobil" Ajak Rafa, mereka berdua menaiki mobil tentu Zahira duduk di belakang Rafa.
"Saya anterin kemana?" Tanya Rafa terlihat dari wajah nya sangat panik, Zahira keheranan kenapa Rafa sepanik itu.
"Gus baik-baik saja?" Tanya Zahira, Rafa bingung antara menjawab atau menyembunyikan.
"Gak. Maksudnya Asya sedang dalam masalah, ia di sekap" Jelas Rafa kembali, kali ini Zahira ikut panik namun dipikiran Zahira ada hal yang membuatnya bertanya-tanya kenapa Rafa mengetahui Asya di sekap?
"Kalau gitu kita tolong Asya dulu Gus" Titah Zahira karena itu adalah hal terpenting sekarang. "Bagaimana denganmu untuk menemui Ayah?"
"Aku bisa temui nanti setelah kita selamatin Asya, Gus mengetahui lokasi Asya sekarang?"
"Handphone Asya ada pelacaknya, Saya dan Ayah Asya mengetahui itu" Jawab Rafa karena memang sebelum Rafa pergi dari rumah Asya, Andra memberitahu Rafa dan memberikan pelacak di handphone anaknya.
Setelah beberapa menit mencari lokasi tersebut mereka sudah berada ditempat Asya berada, Rafa segera keluar mobil dan menyuruh Zahira agar tidak keluar atau kemanapun.
Rafa perlahan-lahan mendekati tempat itu, terlihat kumuh dan kotor. Disini sangat kosong tidak ada seorang pun, setelah mencari Asya akhirnya Rafa menemukan Asya yang sedang di ikat di kursi.
"Asya" Panggil Rafa, Asya langsung melihat ke arah suara. "Gus" Jawab Asya tanpa menunggu lama Rafa langsung membuka ikatan di lengan Asya.