32 || Menunggu di ujung temu

33.8K 2.7K 3.2K
                                        

Happy reading
🩶

يتغيّر الإنسان كثيرا حين يتأذّى قلبه

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

يتغيّر الإنسان كثيرا حين يتأذّى قلبه

"Seseorang akan banyak berubah  saat hatinya sering terluka"

"""

"Sya." Panggil Rafa yang di hiraukan Asya.

Asya berlari untuk menemui Zahira di Asrama. Kebetulan Zahira baru saja akan berangkat ke mesjid. "Ustadzah." Panggil Asya langsung menghampiri Zahira.

"Ustadzah kehilangan kalung kan? Ini Asya menemukan kalung Ustadzah yang hilang." Ia memberikan sebuah kalung yang ada di genggaman tangannya.

"Bukankah Amara dan Derina bilang tidak ketemu, mereka juga sudah menanyakan padamu?"

"I-ya Asya nemu ba-rusan kok." Jawab Asya gugup tidak mungkin juga ia memberitahu tentang sebenarnya.

"Baiklah, kalung ini sangat berarti bagi Saya. Jika ini hilang orang yang memberikan ini akan sangat kecewa pada Saya." Jelas Zahira mengambil kalung tersebut.

"I-ya Ustadzah, kalau gitu Asya pamit As-." Ucap Asya terhenti tatkala Zahira kembali berbicara sambil mengangkat kalung tersebut dihadapannya "Kamu tidak ingin menanyakan siapa yang memberikan kalung ini kepada Saya?" Asya terdiam. Bahkan sebelum Zahira memberitahu semua itu, Asya sudah mengetahuinya.

"Itu sama sekali tidak penting bagi Asya Ustadzah."

"Tentu penting Asyara. Karena yang memberikan kalung ini merupakan lelaki yang berperan penting bagi hidupmu." Tegas Zahira.

Asya hanya diam menatap Zahira dan tak menanggapi ucapannya. "Kamu kenapa terdiam, kaget? Kamu tidak tahu seberapa perjalan indah yang telah Saya jalani dengan Suamimu itu?"

Lagi-lagi Asya hanya diam. Di dalam hatinya benar-benar tak bisa menahan rasa sakit hatinya. "Saya lupa. Apakah pantas di sebut Suami, padahal Gus Rafa menikah karena terpaksa. Dan kamu juga tahu siapa perempuan tujuan awal yang akan dinikahinya. Yang tentu bukan Kamu."

"Stop! Ustadzah stop!" Kali ini Asya tidak bisa menahan rasa kesal yang ada dalam diri.

"Ternyata sekarang Kamu bisa meninggikan suaramu itu? Apakah karena Kamu sudah punya ke kuasaan di pesantren ini Asyara!"

"Asya bilang stop Ustadzah!"

"Kenapa Kamu begitu kesal dengan Saya? Bukankah seharusnya Saya yang seperti itu. Wanita murahan sepertimu tidak pantas bersanding dengan Gus Rafa Asyara!"

Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang