jangan lupa tinggalkan
vote and komen.
flora terbangun dari pingsannya dengan perasaan bingung, saat matanya perlahan terbuka ia merasakan kelemahan pada tubuhnya dan mencoba memahami di mana dia berada.
suasana rumah sakit dengan cahaya redup dan bunyi peralatan medis yang halus mengisi ruangan.
"flora..." meskipun masih sangat lemah, flora melirik seseorang yang berada di sampingnya, ternyata oniel yang setia menjaganya dari tadi dengan perasaan khawatir. dan sekarang merasa lega, setelah gadis Yakult itu tersadar dari tidur panjangnya.
Flora tertegun, mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan mencari tau alasan dia berada di ruangan ini.
"kalaupun gue mati, lo harus selamat,"
flora kembali teringat perkataan Freya beberapa saat yang lalu.
"Freya," lirih flora menatap oniel yang di dominasi rasa khawatir.
"Freya ada di mana?"pikiran flora kacau, ia takut. takut jika apa yang gadis itu katakan beberapa saat yang lalu beneran terjadi.
"Flo, lo tenang dulu,"
"Freya di mana Niel?" tanya gadis itu parau.
tak ada jawaban, bibir oniel terasa kelu tak tau harus menjawab apa.
flora melihat ekspresi kehancuran di hadapannya.
rasa sesak seketika menerpa flora, setetes air mata jatuh membasahi pipinya.
"jawab gue!"
"Freya di mana?!" gadis itu berteriak, lalu menangis histeris.
" tolong jawab gue oniel!!!"
lirih gadis itu, suaranya melemah namun gadis yang ada di depannya ini, sama sekali tidak memberi jawaban, membuat tangisan flora semakin pecah.
"f-freya..." lirih oniel, suara isakan oniel terdengar rapuh, bibirnya kelu untuk mengatakan semua ini, air mata berjatuhan membasahi pipinya, tiada tanda akan berhenti.
namun dalam setiap tetes air mata yang jatuh, terdapat kekuatan untuk merelakan dan mengungkapkan perasaan yang terlalu berat untuk di ucapkan.
"Freya udah bahagia sekarang," rasanya oksigen di paru-paru flora hilang saat itu juga, gadis itu mematung mendengar ucapan oniel barusan.
flora menggeleng dengan cepat, air mata itu kembali mengalir dengan deras.
"nggak!!!"
"Freya baik-baik aja, dia baru aja nyelamatin gue tadi, kita keluar dari kobaran api sama-sama, dia janji bakal selamat sama-sama,"
"Flo, tenangin diri Lo!" bentak oniel, ia tidak ingin melihat flora meracau tidak jelas.
"Freya udah bahagia sekarang, udah nggak ada lagi yang jahatin dia,"
"dia nggak akan ngerasain sakit lagi" lanjut gadis itu pilu, terasa berat untuk mengucapkan kabar buruk itu.
"LO NGOMONG APASIH!" bentak flora, semakin terisak hebat membuat siapapun yang mendengarnya merasakan kesakitan gadis itu.
"gue nggak mau denger apapun, selain kabar kalau Freya baik-baik aja."
" harus ada yang selamat di antara kita berdua," perkataan Freya beberapa saat yang lalu terus menghantui pikirannya.
" kalaupun ada yang mati, itu gue, bukan Lo,"tangan flora naik meremas rambutnya kuat.
"KENAPA BUKAN GUE AJA YANG MATI, KENAPA HARUS LO!!!" teriak flora meracau membuat oniel memeluk gadis itu erat.
"jangan ambil dia, aku mohon..."
***
flora terbangun dari tidur panjangnya.
jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.
dengan segera flora bangkit dari kasurnya, namun sebelum itu ia harus mencabut selang infus yang tertempel di tangannya, flora meringis ketika darah segar keluar dari tangannya.
dengan penuh keringat, dan perasaan cemas flora keluar dari ruang ia di rawat dengan langkah gontai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jkt48scholl (Love Freyana) [END]
Teen Fiction"KAPAL! KAPAL! KAPAL!"teriak Freya muak. "KENAPA HARUS ADA KAPAL?"tanya gadis itu tak terima.ia hanya merasa sangat sakit,ketika apa-apa selalu di kaitkan dengan kapal. "GUE DEKET INI KAPAL,DEKET ITU KAPAL,KAMU SAMA DIA KAPAL SEMUA KAPAL"bentakan da...
![Jkt48scholl (Love Freyana) [END]](https://img.wattpad.com/cover/366866270-64-k997628.jpg)