7| manipulasi.

4K 365 4
                                        

Jangan lupa tinggalkan
vote and komen.

"Freyaa" bisik flora, hampir tak bersuara, mata flora membulat sempurna ketika ia menyadari bahwa yang menyelamatkannya adalah Freya.
flora terpaku  menatap Freya dalam, yang masih setia menggendong tubuhnya, sebenarnya kaki Freya sedikit sakit karena terburu- buru menangkap tubuh flora agar tidak terjatuh.

"Kamu nggak papa ada yang sakit?" tanya Freya sambil menurunkan flora dari gendongannya.
Detik itu juga flora tersadar dari lamunannya.

"widih, kapal baru nih," celetuk zee, mengabaikan tatapan tajam adel kepadanya, ia tidak takut pada gadis itu.

"Gila si Freya dia udah punya dua kapal dalam sehari"ucap  oniel tak percaya.

"Sok soan Lo Niel Niel, Lo aja udah punya tiga bini, punya sepuluh anak,"  ucap Olla, menatap pria itu malas.

"Ehh iya juga ya la," cengir oniel.

"Kamu tidak bisa hati hati flora" pelatih kini menatap flora dengan tatapan datar.

"Maaf pak," ucap flora menunduk.

"Kamu juga Freya langsung nyelamatin dia, gimana tadi kalo kamu sampai cedera, kamu lebih milih kamu yang cedera dari pada dia," tegur pelatih, emosi.
kenekatan Freya menyelamatkan flora membuat jantung seisi ruangan itu hampir copot.

"Maaf pak, tapi saya juga manusia punya hati,.nggak mungkin saya biarin temen saya jatuh ke lantai. dan untuk cedera bapak liat sendiri saya baik-baik aja, coba jika flora tadi cedera, seumur hidup saya bakal merasa bersalah sama diri saya sendiri," flora terdiam, namun di dalam hatinya, flora merasakan kehangatan tersendiri mendengar ucapan Freya barusan, dia tidak tau apa yang ada di dalam pikirannya sekarang.

namun di balik Freya yang menyelamatkan flora, ada tiga wajah, yang menatap keduanya dengan tatapan benci.

"anjing," umpat Adel, menatap keduanya penuh amarah.

"Kecentilan banget si flora"gumam Jessi dalam hatinya, baru juga dapat lampu hijau.

"Fre kok Lo Deket sama dia sih," gumam fioni merasa di duakan.

"Pak Bambang," ucap Bu melody guru generasi tiga.

"Iya buk ada apa?"tanya pak Bambang lembut.

"Ikut saya ke ruangan saya,"ujar Bu melody lalu pergi meninggalkan pak Bambang.

"kiwkiw  bapak mau ngapain tuh"goda Olla.

"diem Olla," sentak pak Bambang yang sebenarnya tengah salting.

"kalian jangan berisik bapak keluar dulu"

"Baik pak,"ujar para murid serentak.

Namun berbeda dengan ucapan, lokal yang tadi bak kuburan dalam sekejap berubah menjadi pasar malam, mereka berkumpul tidak satu tempat, ada yang bercerita, ada yang menyempatkan membuat dance tiktok, dan ada juga yang mengusili satu sama lain, bahkan ada yang sampai keluar kelas untuk berbelanja dulu.

"Tantri kamu kenapa?"tanya Freya pasalnya dari tadi gadis itu hanya diam kepada Freya.

"Nggak papa fre, kamu  urusin aja kak flora" ucap fioni kesal.

"Kamu cemburu?"tanya Freya polos.

"gak tuh," ketus fioni.

"Ntri, semua orang di sini temen aku, di sekolah aku dulu aku nggak punya temen sama sekali dan di sini aku punya banyak temen ntri, tapi—" Freya menggantung ucapannya.

"Tapi apa?"tanya fioni penasaran.

"Sahabat aku cuma kamu, kamu teman pertama aku di sini, kamu punya tempat khusus di hati aku yang nggak semua orang dapat tempat itu," ucap Freya, fioni tersenyum,bmerasa lega bahwa Freya tidak meninggalkannya.

Jkt48scholl (Love Freyana)   [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang