50| love Freya.

5.2K 482 138
                                        

Setelah seminggu gak up, akhirnya aku up, sedikit gak nyangka, ternyata ada beberapa yang masih nunggu cerita aku.

Happy reading and
enjoy the story.

"a-aku bakal lakuin apapun, supaya aku bisa nari lagi,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"a-aku bakal lakuin apapun, supaya aku bisa nari lagi,"


" mohon maaf, benturan pada punggung anda cukup keras, sehingga mengakibatkan cedera pada saraf tulang belakang anda, jika anda terus memaksa untuk menari, akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan anda, tolong pikirkan itu,"

______

pemandangan di luar jendela mobil berganti dengan cepat, Freya terpaku dengan pikirannya, menghiraukan Yori yang duduk di sebelahnya yang sedang mengendarai mobil, untuk pulang kembali ke sekolah.

sejak keluar dari rumah sakit, sama sekali tidak ada percakapan antara keduanya.
Freya merasa terombang-ambing dalam gelombang emosi yang tak terkendali, tak tau harus berbuat apa lagi. Setiap napas terasa begitu berat, setiap detik terasa begitu menyiksa.

Yori melirik gadis itu, lewat ekor matanya, merasakan keheningan yang memenuhi mobil, membuat Yori merasa semakin tidak berguna, Yori tau bagaimana gadis itu berjuang mati-matian untuk menjadi seorang dancer, melihat bahwa cita-cita sahabatnya ini harus berhenti karena cedera yang ia alami, membuat Yori dapat merasakan sakit yang di alami oleh Freya.

"fre-" merasa sangat sunyi, Yori memulai percakapan.
Namun gadis itu sama sekali tidak mendengarkan panggilan dari sahabatnya itu, sepertinya Freya benar-benar tidak ingin di ganggu.

Mobil yang di kendarai oleh Yori berhenti di sebuah jalanan sepi, hanya terhitung beberapa kendaraan yang lewat di jalanan ini.
Freya mengernyit, sekolah mereka masih jauh, tapi kenapa gadis itu menghentikan mobilnya.
namun Freya hanya diam, menoleh juga tidak, membuat keadaan semakin terasa sunyi.
merasa tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Yori, membuat Freya menoleh menatapnya, yang juga sedang menatap dirinya, tatapan kedua gadis itu bertemu, seolah mengerti dengan tatapan gadis itu, Freya berucap.
"gue baik-baik aja," ucap Freya lembut, lalu pandanganya kembali ia arahkan ke kaca jendela mobil, berusaha menahan semuanya sendiri, bahkan di hadapan Yori.

"nangis aja fre," tangan Yori naik meraih tangan Freya yang ada di atas pahanya.
"aku tau, pasti berat..." lanjutnya lembut, mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Freya.

Freya menatap Yori, mencoba menahan rasa sakit yang teramat dalam di dalam hatinya. namun kata-kata itu seperti menyentuh titik lemahnya.
"gak selamanya semuanya bisa di tahan sendiri..."

mata Freya memanas, Freya merasakan pandangannya semakin memburam, setetes air mata yang tak tertahankan lagi, jatuh begitu saja membasahi pipinya, kata-kata dari Yori mampu menusuk lubuk hatinya yang paling dalam, membuka pintu kesedihan yang sedari tadi ia tutup rapat-rapat. ucapan lembut dari Yori mampu menghancurkan pertahanannya, dengan gemetar Freya melepaskan semua kepedihan dan kesedihan yang ada di dalam hatinya. Air mata yang tumpah, menjadi saksi bisu dari penderitaan yang terlalu besar untuk di ungkapkan dengan kata-kata.

Jkt48scholl (Love Freyana)   [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang