14| perpustakaan.

3.7K 284 14
                                        

Jangan lupa tinggalkan
vote and komen.
_________________________

Pagi yang indah hari ini, gadis ber wajah cindo itu, tengah menenteng barang bawaannya yang cukup banyak untuk di bawa ke asrama, walaupun begitu, fioni berjalan begitu riang di lorong asrama.

"ehem,"deheman dari belakang fioni menghentikan langkahnya.

"bahagia banget euyy," goda seorang gadis Sunda yang akhir akhir ini sering mengikuti fiony kemanapun ia pergi, siapa lagi kalau bukan Ara.
Fiony tak menyadari, bahwa sedari tadi, gadis Sunda itu mengikuti dirinya dari belakang.

"k-kenapa?" entah kenapa setiap kali di dekat Ara, fioni selalu takut.

"jangan judes-judes dong neng geulis," goda Ara, sambil mencolek dagu fioni manja.

"dih, jangan pegang-pegang,"sentak fioni, membuat sang empunya tertawa melihat tingkah fioni yang menggemaskan itu.

tatapan Ara kini beralih pada bawang yang di bawa fiony, yang cukup banyak itu.
"Mau kemana?" tanya Ara, kembali menatap fioni.

"nganterin ini ke asrama,"

"ohh sini biar aku bantuin"Ara tau, gadis itu sedikit kesusahan, membawa barang tersebut.

"gak usah," tolak fioni, ia hanya tidak ingin merepotkan Ara.

Tapi bukan Ara namanya, jika tidak mempunyai seribu cara.
"gak papa atuh, kasihan kamu mah bawa-bawa ini, pasti berat kan?" tanya Ara selembut mungkin.

"gak, nggak berat kok," bohong fiony, tangannya saja sudah mulai pegal, karena memegang barang tersebut, mana mungkin barang itu tidak berat.
Sepertinya Ara harus ekstra bersabar menghadapi gadis cindo satu ini.

"yaudah gini aja, nanti siang aku mau ke ruang musik, kamu temenin ya," pinta Ara, fioni sempat ingin menolak namun melihat wajah Ara, fiony jadi sungkan untuk menolaknya, lagian juga fiony takut menolak permintaan Ara.

"hmm oke"jawab fioni.

"yes makasih sayang," ucap Ara sambil mencium pipi fioni, fioni kaget bukan main, padahal Freya sering menciumnya, namun fioni tak pernah merasakan ke terkejutannya seperti saat ini.

"kok merah mukanya, hehe salting ya?" goda Ara, lagi dan lagi membuat jantung fiony berpacu dengan cepat di dalam sana.

"ihh apaansih, orang diem aja,"jawab fiony, mengalihkan pandangannya ke arah lain, untuk menyembunyikan rasa gugupnya.

"kelihatan kalo lagi salting euy"goda Ara tanpa ampun, buara ini memang beda.

"yaudah aku pergi dulu ya, tapi jangan sampai lupa ya,"ucap Ara yang di balas anggukan dari fioni.

                            •^÷^•

"Freya" panggilan dari ambang pintu membuat Freya menghentikan aktivitasnya yang sedang latihan, Freya menatap ke arah empunya suara, ternyata itu ci shani, ketua OSIS di sekolah ini.

"Ci," ucap Freya dengan senyuman, Freya sebenarnya takut dengan ketua mereka ini, yang terkenal dengan kapten yang bijaksana dan sedikit dingin.

Freya berjalan, sedikit berlari ke arah ci Shani.
"Ada apa ci?"

"Kamu lagi sibuk?" ucap ci Shani, balik bertanya.

"mmm, nggak sih ci," jawab Freya, jadwalnya hari ini tak terlalu sibuk, memang.

Ci shani sempat berfikir sebentar.
"Boleh minta tolong nggak Freya?"

"Boleh ci, emang mau nolong apa ci?"tanya Freya  penasaran, jarang-jarang Freya berbicara dengan kapten mereka ini, sekalinya bicara langsung di mintai tolong.

Jkt48scholl (Love Freyana)   [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang