"KAPAL! KAPAL! KAPAL!"teriak Freya muak.
"KENAPA HARUS ADA KAPAL?"tanya gadis itu tak terima.ia hanya merasa sangat sakit,ketika apa-apa selalu di kaitkan dengan kapal.
"GUE DEKET INI KAPAL,DEKET ITU KAPAL,KAMU SAMA DIA KAPAL SEMUA KAPAL"bentakan da...
sebelum baca,tinggalkan vote and komennya dulu ya...
Freya berjalan masuk di koridor, hari yang berbeda itu yang di rasakan Freya kali ini, ia tidak pernah di tatap sepenjuru koridor seperti ini. Semua menatapnya dengan tatapan marah dan jijik. Freya sadar. sadar bahwa ia lah yang sedang di bicarakan. Sebisa mungkin Freya, mengabaikan tatapan tajam dari beberapa siswi yang menggosip dirinya, di sepanjang koridor.
"Nggak tau malu banget ya,"
"Baru kali ini ada kasus, nyolong soal ujian,"
"kalo cuma modal nyuri soal ujian,gue juga pasti bisa jadi siswi terbaik,"
"Kalo gue jadi dia mendingan keluar dari sekolah ini, buat malu aja,"
Freya mendengar percakapan mereka dengan jelas. Perasaan sesak seketika memenuhi diri Freya, ia menggigit bibir bawahnya, menahan isakan yang akan segera keluar. Gadis itu menggenggam kuat ujung bajunya. Tak bisa bohong, perkataan kasar orang-orang yang langsung dengan cepat menilai dirinya tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu, benar-benar membuat hatinya sesak.
Freya mempercepat langkahnya, menatap lurus ke depan. Mencoba untuk tidak peduli dengan umpatan orang-orang terhadap nya, meskipun sebenarnya semakin ia mengabaikannya, rasanya semakin sesak.
Freya membuka pintu rooftop pelan. Di sinilah gadis itu sekarang, di sudut rooftop. tempat yang sepi, sekaligus menenangkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis itu menatap langit yang sudah berubah menjadi mendung, tiupan angin pelan, membuat rambut milik Freya berterbangan, terkena hembusan angin.
mata gadis itu memanas, rasa sesak itu kembali lagi. rasanya semakin menjadi-jadi ,karena sebisa mungkin ia menahan semuanya, di depan orang yang-orang itu. ia tidak mau terlihat lemah di depan para bajingan itu.
gadis itu terisak pelan, mencoba menahan rasa sesak di dadanya. awalnya hanya isakan pelan, namun semakin di tahan rasanya semakin sesak. ia menatap ke arah langit mendung, dengan derai air mata yang entah kapan akan berhenti.
tempat yang tenang ini, sudah tidak berarti lagi bagi Freya. rasanya seperti di tusuk beribu jarum.
Freya tidak peduli jika ia tidak lolos debut trainee tahun ini. yang menyakitkan bagi Freya adalah, ketika tidak ada satupun orang yang percaya kepadanya, bahkan tak ada seorang pun dari pengawas yang mau mendengarkan penjelasannya.
"aku percaya akan ada sesuatu yang baik, setelah ini, "lirih freya parau. napas gadis itu terasa tercekat di tenggorokannya, tanpa izin air matanya keluar untuk kesekian kalinya.
"tapi sampai kapan aku harus menunggu?" isakan yang tadinya pelan kini semakin keras, membuat siapapun yang mendengarnya dapat merasakan kesedihan gadis itu. karena semakin di tahan rasanya semakin menyakitkan.