"KAPAL! KAPAL! KAPAL!"teriak Freya muak.
"KENAPA HARUS ADA KAPAL?"tanya gadis itu tak terima.ia hanya merasa sangat sakit,ketika apa-apa selalu di kaitkan dengan kapal.
"GUE DEKET INI KAPAL,DEKET ITU KAPAL,KAMU SAMA DIA KAPAL SEMUA KAPAL"bentakan da...
acara tahunan jkt48 school kali ini berlangsung sangat meriah. generasi satu sampai lima, tampil dengan baik di atas panggung, membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum.
" Selamat malam semuanya," ucap shani, sebagai ketua panitia acara.
" terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir pada malam ini. dan juga untuk para siswi yang telah berlatih keras selama ini, untuk menampilkan yang terbaik di acara tahunan jkt48 school, semoga kedepannya jkt48 school semakin bersinar."
"sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk semuanya, saya shani Indira ketua panitia acara ini pamit undur diri, dan selamat malam," ucap Shani sambil menundukkan badannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ucapan Shani barusan menjadi penutup di acara ini, para petinggi berdiri, dan saling berjabat tangan sebelum akhirnya mereka meninggalkan aula.
"gue boleh duduk di sini?" Adel yang hendak berdiri, langsung menatap gadis itu datar, pandangannya kembali ia arahkan ke arah pentas seni, yang masih banyak siswi berfoto di atasnya. tanpa memperdulikan gadis Sunda yang tengah mengajaknya bicara itu. Kursi Adel terpisah dengan Olla, gadis itu duduk, tiga bangku di belakang Adel, membuat Adel bosan karena tidak mempunyai teman mengobrol.
"tunggu," Ara mencekal tangan gadis itu, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Adel.
" Lo ngapain sih anjing," kesal Adel tersulut emosi. walau kesal, Adel tetap mendudukkan bokongnya di kursi, menunggu ucapan Ara selanjutnya.
" gue sebenarnya nggak mau ikut campur masalah ini, " ucap Ara, pandangan gadis itu menatap Adel serius.
Adel mengerutkan dahinya, tidak paham maksud ucapan gadis itu.
"tapi apa yang udah Lo lakuin ke Freya udah terlalu berlebihan," satu nama yang mampu membuat Adel menggeram tertahan, tangannya memegang tepi kursi erat.
"gue nggak suka orang yang belibet," peringatkan Adel, yang langsung di balas senyuman miring Ara.
" gue tau semuanya,"
"tau apa Lo haa?" tanya Adel berani. keduanya kini bertatapan tajam, seolah ingin membunuh satu sama lain.
" Lo masukin sesuatu kedalam tas Freya, sampai dia di keluarin dari seleksi ," tuduh Ara
"Punya bukti lo sialan?" tangan Adel meraih rambut Ara, dan menariknya kebelakang, membuat kepala gadis itu terdongak ke atas, Ara merintih kesakitan.
"nggak usah cari masalah sama gue,"murka Adel.
"argh"
Ara melepaskan rambutnya dari tarikan Adel, rambutnya berantakan karena di tarik kuat oleh Adel. ia menggertakkan giginya, sebelum senyuman miring terbit di sudut bibirnya. " gue bisa aja laporin ke pengawas..."Ara menggantung ucapan nya.
"tapi gue nggak mau, kalau sampai penyakit Robby kambuh gara-gara kasus Lo,"
mata Adel terbelalak, begitu mendengar ucapan Ara barusan, dari mana dia tau tentang Robby. tidak ada yang mengetahui pria itu, melainkan dirinya sendiri.