11. Rencana Nginap

1.2K 70 2
                                    

Sebelum membaca jangan Lupa Vote dan komennya dulu sayangku!.

HAPPY READING

_

Huaahhhh

Topan menguap dengan sangat lebar, Di siang Hari dengan Cuaca yang Lumayan panas, Ia Baru bangun dari tidur siangnya menelungkup di atas lipatan tangan miliknya, enggan untuk menyaksikan pembelajaran yang membosankan baginya, mengucek matanya menoleh ke arah Satria yang sedang memainkan Handphone nya dengan sebelah tangan, dan tangan satunya lagi berada di kantong celananya, Menyilangkan kakinya, bersandar di punggung kursi dengan tatapan Yang fokus ke arah telepon genggam miliknya.

Topan celingak celinguk, melihat siswa lain yang sudah mulai merapikan peralatan belajarnya, dengan sesekali bercengkrama dengan temannya bersiap siap untuk pulang kerumah, tetapi di dalam kerumunan tak satupun ia melihat Artha.

"Artha mana?." ia bertanya, melirik ke arah Satria sebentar.

"Baru saja keluar, Tuh." Satria menunjuk ke arah Bayangan tembus pandangan dari jendela di depan kelasnya, melihat Artha yang berjalan tanpa menoleh kesana kemari, fokus kedepan seolah olah hal yang di sekitarnya tak penting sama sekali. 

"Ah!." Topan cukup terkejut, dengan buru buru ia mulai bangkit dari duduknya, dengan masih melihat ke arah luar jendela sembari tangan yang mulai merapikan buku bukunya kedalam tas miliknya, dia melakukannya dengan berulang ulang.

Setelah selesai, dengan buru buru ia mulai melangkahkan kakinya pergi.

"Pan, kemana?!. Nggak jadi pergi ke arcade?."

Geri lumayan berteriak sehingga sedikit menganggu langkah kaki Topan, membuat Topan berhenti sejenak, lalu kemudian menoleh. "Eeeehhhh.. Sekarang?." Tanyanya sedikit merengek karena tidak mau dengan ajakan Geri. 

Geri menganggukkan kepalanya, "Yaa!. Sekarang Akhir pekan. kalian janji bakal tidur di rumah gue malam ini."

Hancur sudah rencana mendadak yang Ia susun, dia melupakan janji itu. Namun bagaimana lagi. "Ah ya, kalian duluan. ntar gue nyusul. Daahh!!!." Teriaknya lalu kemudian kembali berlari.

"LO MAU KEMANA?!."

Teriakan yang di layangkan oleh Geri sepertinya tak lagi terdengar, Sedikitpun Topan tidak menghentikan langkahnya, malahan dia mempercepat larinya membuat Geri terdiam menatap bingung Pria itu.

"Sat, Lo tahu kemana Dia pergi?."

Satria menghentikan tangannya yang sedang memainkan ponsel, lalu menoleh ke arah Geri, kemudian ia menoleh ke arah Jalan yang baru saja di lewati Topan. "Oh itu, dia  pergi nyusul Artha." jawabnya singkat lalu kemudian kembali memainkan ponselnya, Karena ya, sekarang dia sedang berhubungan dengan kekasihnya karena sudah seminggu mereka tidak jalan, dan Kekasihnya jadi tambah cerewet karena nya. 

"Artha?. Sejak kapan mereka dekat?." Geri bingung sendiri, Dia sama sekali tidak tahu apa apa mengenai hal ini.

"oh, Gue lupa bilang. Lo ingat tentang Kita yang berusaha mengobati penyakit Topan?."

Geri mengangguk. "memaksanya Untuk mencium lelaki, mana tau seorang lelaki bisa membantu, begitu?."

Satria mengangguk. "benar, yang itu." lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Geri lagi. "Sepertinya kita berhasil, Dia benar benar tergerak dengan seorang pria."

Geri membulatkan mulutnya, ini informasi yang cukup mengesankan. "wow, Jadi orang itu adalah Artha?."

"Yap!. Lo tepat sasaran." Satria memujinya, lalu kemudian kembali melihat ke arah ponselnya. "Ck, Gue lupa balas."gumamnya dengan mendecih.

"ini cukup mengejutkan, siapa sangka kalau orangnya adalah Artha?."

"Kenapa?. Lo berharap bahwa orang itu, lo?." Satria berujar santai tanpa menoleh membuat Geri membulatkan matanya senpurna?.

"gue?. Huekk.. GIla kali!." Bantahnya dengan ekspresi jijik yang membuat Satria menganggukkan kepalanya, lalu kemudian bangkit. "Oh gitu." ujarnya santai lalu kemudian memasukkan ponselnya kedalam kantong miliknya. 

"Kita ke Arcadenya besok sore aja, nanti gue ada sedikit urusan, dan tentu saja nggak bisa nginap di tempat lo."

Geri membulatkan matanya sempurna ."Mana boleh gitu.." Ujarnya Protes dengan mengikuti langkah Satria di belakang.

Satria sebagaimana dirinya, dia hanya mengabaikan Apa yang di lakukan oleh Geri sembari mengangguk anggukkan kepalanya cuek, karena tak berniat mendengarkan apa yang Pria itu ucapkan.

^.^

"TAA!!!."

Ketika sudah melihat punggung Artha di depannya dengan jarak yang lumayan membentang, Topan mempercepat langkahnya dengan memanggil pria itu, tetapi panggilannya sama sekali tidak di gubris.

Langkah Artha yang lumayan Pelan, Membuat Perjuangan Topan yang berlari mengejar pria itu tampaknya membuahkan hasil, terbukti bahwa ia bisa sampai di belakang Artha menggapai tangan Pria itu. 

Artha yang Merasakan Tangannya yang di pegang, merasa tak nyaman lalu dengan kasar ia mulai menghempaskannya sehingga buku buku yang berada di tangannya mulai terjatuh di lantai. Menarik tangannya, lalu kemudian menoleh dengan wajah kesal.

Topan yang merasakan tatapan dan Hempasan tangannya seketika melihat ke arah Artha dengan wajah bingung. "Ini gue." Ujarnya, ntah apa yang  Topan Fikirkan, ia merasa ia hanya harus mengatakan hal itu.

Dan benar saja, Ekspresi Artha kembali melunak, lalu kemudian menunduk dan merapikan bukunya lagi, tanpa menjawab atau mengatakan sepatah kata, ia hanya melangkahkan kakinya pergi.

Seakan Sadar bahwa Artha yang sudah tidak ada di hadapannya, Topan kembali melangkahkan kakinya menyusul Artha di belakang, kali Ini tidak membuat dirinya mengejutkan Artha, Topan langsung berdiri di samping Artha, berniat untuk mengajak pria itu mengobrol, namun cukup lama mereka berjalan berdampingan, mulut Topan belum mengatakan bisa mengatakan apa apa yang membuat Artha menghela nafas .

"Apa yang lo mau?. kali ini sama sekali gue nggak manggil lo." Ujarnya dengan pandangan yang masih fokus kedepan. 

Topan cukup terkejut, lalu kemudian menggaruk tengkuknya, ini serasa mustahil ketika dia sudah menyadari perasaannya, Bukankah dulu tidak sesusah ini untuk mengajak artha bicara dan menunjukkan berbagai ekspresinya.  Topan tiba tiba membulatkan matanya sempurna. Ini gawat, sepertinya selama ini dia sudah banyak  menunjukkan hal yang memalukan?.

"kalau nggak ada apa apa Gue pergi."

Artha yang menunggu jawaban Topan tapi masih tidak mendengar pria itu mengatakannya, sedikit memperbaiki kaca matanya yang melorot lalu kemudian kembali melangkahkan kakinya lebih cepat.

"eh, tunggu."

TING!.

Notifikasi yang mengganggu, Topan yang melirik ke arah kantongnya lalu kemudian beralih melihat ke arah Punggung Artha, Topan mendecih mengambil Handphonenya lalu kemudian melihat isi pesannya.

Bangsat sepupu
online

-Nggak usah datang ke rumah Geri, gue juga nggak akan datang. jadi lakukanlah apa yang mau lo lakukan bareng Artha.

                                                    read.

Sepertinya bukan pesan yang menganggu, Topan menyunggingkan senyumnya. lalu kemudian kembali melangkahkan kakinya pergi menyusul Artha di depan dengan senyuman yang tak luntur di wajahnya.

"Ta, biarkan gue nginap di kontrakan lo!." teriaknya dengan menyusul Artha di belakang.



TBC

VOTE KOMEN!.

[BXB] KISSING NERDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang