"Bohong kak, dia bohong" ujar salah satu siswa yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
Gadis yang bername tag Rabella Nindi itu maju sambil menatap sinis pada Nasya. Bella adalah salah satu siswa yang tidak menyukai Nasya dan Nadia. Bukan karena kedua Perempuan itu dekat dengan inti GRAVENTAS tapi karena dia memang tidak menyukai Nasya dan Nadia yang menurutnya terlalu lebay dan terkesan di sengaja. Menurutnya Nasya dan Nadia adalah dua perempuan bermuka 2, yang suka memutar balikan fakta dan manipulatif hingga membuat orang-orang berpihak padanya.
"Aurel gak ada dorong dia, justru dia yang dengan sengaja nabrak Aurel dari belakang." Ujar Nindi dengan lantang membuat semua yang ada di sana berbisik sambil melirik Nasya yang terlihat betah duduk di atas lantai koridor yang terbuat dari keramik.
"Ma-maksud kamu a-apa?" Tanya Nasya dengan gugup.
Nindi yang mendengarnya pun berdecak kesal dengan mata menatap sinis pada Nasya.
"Heh!Lo gak usah drama deh. Gue liat dengan mata gue sendiri, lo natap Aurel yang baru datang terus lo langsung jalan ke arah Aurel dan sengaja nabrak dia dari belakang!" Serunya yang lagi-lagi membuat suasana di koridor sekolah semakin ramai.
'Masa Sih Nasya kayak gitu, kayaknya gak mungkin deh'
'Apa yang gak mungkin. lo lupa sama kejadian di kantin?'
'Emm, sebenarnya gue juga liat tadi kejadiannya. Emang si Nasya yang nabrak Aurel'
'Hah!?Serius?'
'Iya serius. Gue gak nyangka aja si Nasya mutar fakta.'
'Terus kenapa lo gak bilang?'
'Ya gue takut lah. Gue kira dia dekat sama Inti LAZARUS makanya gue gak berani ngomong. Bisa kelar gue kalau salah ngomong, untung ada tuh cewek.'
'Ya juga sih.'
Nasya yang mendengar itu semua menggeram kesal. Matanya menatap Nindi dengan tajam. Karena gadis itu semua rencananya untuk membuat Aurel buruk di mata Inti LAZARUS gagal.
"Kenapa?Kesal karena rencana lo fitnah Aurel depan LAZARUS gue gagalin?" Ujar Nindi saat menyadari tatapan tidak suka Nasya padanya. Nasya sontak langsung merubah ekspresi wajahnya.
"Ma-maksud ka-kamu a-ap__"
"Halah!Bacot banget sih lo. Gak usah pura-pura gagu, gue sumpahin gagu beneran tau rasa lo."Seru Nindi memotong perkataan Nasya karena kesal dengan perempuan ular itu yang berbicara sok gagu, seolah-olah dia di aniaya.
"Gue punya buktinya kalau lo mau ngelak."Ujarnya sambil menggoyangkan ponselnya dengan senyum mengejek pada Nasya.
"Liat!Lo yang sengaja nabrak Aurel dengan keras, eh lo juga yang jatuh. Aneh gak sih?Kayak keliatan banget CAPERNYA! gitu loh." Serunya sambil memutar video aksi Nasya tadi dengan suara volume yang keras. Nindi bahkan bahkan mengirim video itu di grup sekolah hingga membuat semua orang datap melihatnya.
"I-Itu__"
"Buktinya udah ada, ko mau ngelak?"Potong Nindi yang sudah tau tabiat seorang Nasya.
"Tenang aja. Tanpa bukti video pun, gue sama teman-teman gue tau Aurel gak akan gitu." Ujar Ghani sambil menatap tajam pada Nasya yang masih terdiam duduk di atas lantai koridor
Aurel berjalan mendekat pada Nasya dan berjongkok di depannya. Aurel memajukan wajahnya tepat disamping telinga Nasya dan membisikkan sesuatu yang membuat tangan perempuan itu mengepal marah.
"Lo pikir drama murahan lo ini mampu buat LAZARUS simpati sama lo? Heh~ lo salah besar Nasya. Mereka gak sebodoh babu-babu lo itu."bisik Aurel terkekeh remeh lalu menjauhkan wajahnya dari Nasya sambil menunjukkan senyum manisnya yang malah seperti senyum penuh ejekan bagi Nasya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT SOULS (HIATUS)
FantastikAurora Nathaline Xander memiliki paras cantik, mata bulat, kulit putih, pintar dan baik hati harus merenggang nyawa karena mengalami kecelakaan saat pulang sekolah dan saat dia terbangun ia berada di tubuh seorang queen bullying. Aurora Nathaline Xa...
