CHAPTER 40

1.4K 94 203
                                    

Di sebuah club yang di penuhi dengan suara musik kencang yang memekakkan telinga, banyak laki-laki dan perempuan yang berjoget ria, berciuman panas, minuman beralkohol dan bahkan berciuman  panas. Di salah satu meja bar, satu laki-laki yang duduk dengan banyak botol minuman beralkohol yang berseraan di meja. Laki-laki seakan tidak peduli dengan sekitarnya yang begitu berisik, laki-laki  tampan itu terus meneguk minuman beralkohol itu walau sudah kehilangan kesadarannya. Ia mabuk.

Tiba-tiba ada seorang perempuan berpakaian seksi yang datang menghampirinya dengan pakaian seksi. Perempuan itu mengelus bahu laki-laki mabuk itu dengan seksual.

"Hay sayang, mau aku temenin?"tanyanya dengan maksud lain yang tersirat.

Melihat laki-laki tampan itu yang diam membuat perempuan itu menafsirkan kalau laki-laki itu mau. Perempuan itu berinisiatif untuk duduk di pangkuan laki-laki itu, namun saat hendak duduk sebuah tarikan kencang di rambutnya membuat ia memekik. Menengok kebelakang perempuan itu mendapati seorang laki-laki yang sama tampannya tengah menatap datar dan tajam padanya. laki-laki itu menghempaskan perempuan itu hingga terjatuh membuatnya lagi-lagi memekik.

"Pergi lo, dasar murahan."Ujarnya dengan sarkas membuat perempuan itu pergi.

laki-laki itu menatap laki-laki didepannya yang tampak berantakan dengan bau alkohol yang kentara. Ia menghela nafas lelah, selalu seperti ini.

"Adek,"Suara laki-laki yang tengah mabuk itu begitu lirih. 

Fathur, laki-laki yang tadi datang menghela nafas pasrah. Ia mendudukkan dirinya disamping temannya yang tengah mabuk berat itu dengan mulut yang terus  menggumamkan nama adiknya yang sudah tiada. 

"Ar udah, lo udah banyak minum."Ujar Fathur merampas gelas berisi alkohol yang hendak diminum.

Argan, laki-laki yang sudah mabuk berat itu menatap tajam pada laki-laki yang merebut gelasnya. 

"Balikin gelas gue hik."Ujarnya di sertai cegukannya. Matanya berkunang-kunang dengan kepala yang begitu berat.

"Mau sampai kapan lo mau begini hah!!"Sentak Fathur mulai muak.

"Sampai kapan?Sampai adek lo balik?!Gak akan Ar!"Sentak Fathur membuat Argan tersentak. Air mata pria tampan itu mulai mengalir di pipinya yang mulai kurus.

"Hiks gue mau adik gue balik!!"Raungnya membuat Fathur menatap prihatin pada temannya itu. Tidak ada yang mendengarkan mereka karena suara musik bar yang begitu nyaring memekakkan telinga.

"Apa dengan kayak gini adek lo bakal balik!Huh!? Yang ada lo yang bakalan mati Ar!"Sentak Fathur dengan geram.

"Dan dengan gitu gue bakalan ketemu sama adek cantik gue. haha"Ujar Argan tertawa dan menjatuhkan kepalanya di atas meja.

Tak lama Argan tertidur membuat Fathur menghela nafas pelan. Ia memapah tubuh Argan dan membawanya kedalam mobilnya.

"Gue balik dulu!"Ujarnya sedikit keras pada karyawannya yang ada di sana. Ingat, Fathur tidak perlu membayar karena club itu miliknya.

Setelah memasukkan Argan ke dalam mobilnya, Fathur mengambil ponselnya di dalam saku celanya jinsnya. Menekan tombol seseorang dan menghubunginya.

"Halo, Ra ini gue Fathur."Ujar Fathur setelah orang yang ia hubungi menjawab panggilannya.

"Iya bang kenapa?"Tanyanya.

"Gini, gue mau tanya sama lo. Apa boleh gue bilang yang sebenarnya ke Argan? Gue kasian liat dia."Ujar Fathur.

Aurel, orang yang dihubungi Fathur terdiam.

"Gue masih di depan club gue. Argan minum-minum lagi, bahkan semakin para Ra. Dia udah habisin hampir 15 botol alkohol Ra!"Ujarnya membuat Aurel yang mendengarnya tersentak. Apa abangnya itu ingin mati.

DIFFERENT SOULS (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang