[Full chapter sampai tamat sudah tersedia di karyakarsa.com/bgstito]
AKU memutuskan membawa barang bukti yang telah berhasil kudapatkan dan menunjukkannya kepada Mas Lukman. Di atas kursinya, laki-laki itu nampak mengernyit melihat potongan adegan mesum yang berhasil kuabadikan. Kemudian, dia menutup dengan cepat laptopnya sebelum mencabut flashdisk yang kuserahkan dan melemparkannya ke atas meja begitu menemukan bukti yang kumaksudkan.
“Gue nggak nyangka kalau Micky bakal setega itu sama lo, Rayn.” Melipat kedua tangannya supaya bersidekap di atas meja, Mas Lukman membuka suara. “Seorang laki-laki memang seringkali mudah dibutakan oleh perempuan dan harta, tapi tetap saja gue nggak ngebayangin kalau dia bakal dengan mudahnya berusaha menghancurkan karir adik kandungnya sendiri.”
Di hadapannya, aku tak memberikan respons apapun selain melipat kedua kakiku dan meletakkan tangan di depan dada. Sejak awal, aku memang tahu bahwa Micky adalah satu dari sekian jenis laki-laki yang mudah sekali tergoda. Meskipun secara resmi, laki-laki itu telah bercerai dengan Kanaya. Bisa saja kan perempuan ular itu berbalik kembali dan mengeluarkan rayuan supaya Micky membantunya memerasku?
“Everything is clear now, Mas.” Aku menyahut segelas kola diet yang tadi disajikan asisten Mas Lukman. “Sekarang kita sudah sama-sama tahu seperti apa Micky yang sebenarnya. Mungkin memang sudah waktunya, lo memecat laki-laki itu dari posisinya sebagai manajerku dan meminta orang lain untuk menggantikannya.”
Mas Lukman menyatukan kesepuluh jarinya sebelum merebahkan tubuhnya supaya bersandar pada sandaran kursi yang didudukinya. Aku tahu laki-laki itu pasti sedang berpikir sekarang. Tidak mudah memang mencari sosok yang bisa tahan mengimbangi sikapku yang ugal-ugalan. Makanya permintaanku yang barusan, bisa saja jadi sebuah permintaan yang perlu dipertibangkan dengan matang.
“Gue nggak yakin bakal nemuin orang yang bisa melakukan pekerjaan sebaik yang dilakukan Micky, Rayn.” Pada akhirnya, Mas Lukman mengeluarkan desahan berat dari mulutnya. “Lo tentu tahu sendiri betapa kerasnya karakter lo, bukan? Nggak semua orang bakal bisa menghadapi lo yang nggak mudah dijinakkan.”
Aku memutar bola mata karena Mas Lukman turut mengibaratkanku sebagai binatang buas. “Mungkin kita bisa mempertimbangkan Damar, Mas.”
Mas Lukman mendelik. “Damar?”
“Well, dia selalu ada kapanpun dan di manapun gue berada,” kataku. “Dan dia juga lumayan bisa diadalkan buat ngejagain gue. He is my bodyguard, jadi rasanya nggak akan berlebihan untuk mempertimbangkannya sebagai manajer pengganti.”
Maka setelah apa yang kukatakan, Mas Lukman memilih mengetuk-ngetukkan kelima jarinya ke atas meja. Mungkin, laki-laki itu kini mulai memikirkan kalimat yang tadi kukatakan. Terus membiarkan ular berbisa seperti Micky untuk menjadi manajerku, tentu bukanlah sebuah pilihan bijak yang patut untuk dilakukannya.
“Gue bicarain dulu sama anak-anak agensi ya, Rayn?” Pada akhirnya, kalimat itulah yang berhasil diutarakan Mas Lukman. Yang tentu saja, kurespons dengan anggukan kepala puas. Langkah pertama untuk memulai pembalasan dendam sudah berhasil dijalankan. Setelah ini, aku akan menghancurkan hidup Micky pun Kanaya seperti bagaimana mereka telah berusaha menghancurkan kehidupanku.
“It’s okay, Mas,” jawabku memungut pouch yang tadi kuletakkan di atas meja dan bersiap pergi karena merasa maksud dan tujuanku untuk menemui Mas Lukman sudah tersampaikan. “Yang penting, gue nggak mau manusia licik seperti Micky terus kalian pertahankan menjadi manajer gue. Mungkin sekarang dia memang hanya nyebarin skandal-skandal yang menghancurkan nama baik gue. Tapi setelahnya?”
Yang kuajak berbicara, pada akhirnya mengangguk paham seraya mengangkat kedua tangannya.
“I hear you, Mr. Rayner Jeffrey Saloka. And I’ll do my best.”
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING THE BODYGUARD
General Fiction(TAMAT 16 SEPTEMBER 2024) Rayner Jeffrey Saloka, dua puluh tiga tahun, model, merasa bahwa hidupnya terkekang oleh perlakuan kakak dan kedua orangtuanya yang masih menganggapnya seolah anak kecil. Sebuah insiden yang membuatnya hampir masuk penjar...
