Beberapa minggu telah berlalu sejak hukuman mereka membersihkan aula berakhir, tapi hubungan antara Tzuyu dan Jungkook tak benar-benar kembali seperti semula. Meski mereka tak lagi punya alasan untuk bertemu setiap malam, keakraban yang terjalin di antara mereka terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Tanpa harus mencari-cari alasan, mereka seringkali bertemu untuk sekadar mengobrol, makan bersama, atau menikmati sore yang tenang di kedai favorit mereka.
Malam ini, untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu, mereka kembali ke kedai tteokbokki yang sudah menjadi semacam tempat kenangan bagi mereka berdua.
Suasana di kedai tak berubah—hangat dan penuh dengan aroma makanan yang menggoda. Tzuyu menyusuri ruangan dengan pandangannya, mengingat bagaimana semua momen-momen spesial mereka dimulai di tempat ini.
Mereka memilih duduk di meja pojok, tempat favorit mereka, di mana tak banyak pengunjung yang lalu-lalang. Jungkook tampak lebih tenang dari biasanya, tapi ada sesuatu yang membuat Tzuyu merasa ada hal yang berbeda malam ini.
"Kita udah lama gak ke sini, ya," kata Jungkook memecah keheningan, sambil mengambil sumpitnya.
Tzuyu tersenyum, mengangguk setuju. "Iya, aku bahkan hampir lupa betapa enaknya tteokbokki di sini."
Mereka mulai makan dalam keheningan yang nyaman, menikmati makanan sambil sesekali bertukar pandang. Meski percakapan mereka malam ini ringan, seperti biasanya, Tzuyu merasakan ada sesuatu yang Jungkook tahan di dalam dirinya. Dia bisa merasakannya dalam setiap lirikan Jungkook, dalam senyumannya yang kali ini tampak lebih lembut dari biasanya.
Tzuyu tersenyum kecil ketika mereka mengenang masa-masa mereka menjalani hukuman membersihkan aula. "Ingat gak waktu kita kena hukuman gara-gara Jimin yang menitipkan kunci aula padaku, tapi aku malah terlambat dan mengacaukan segalanya? Aku masih gak percaya Jimin pindah sekolah ke luar negeri secara mendadak tepat setelah kita diberi hukuman."
Jungkook mengangguk, ikut tertawa. "Ya, aku ingat. Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin kita harus berterima kasih ke Jimin. Kalau bukan karena dia, kita gak akan menjadi sedekat ini."
Sejenak Tzuyu berhenti mengunyah setelah mendengar ucapan Jungkook. Ada sesuatu dalam nada bicaranya yang terasa berbeda. Dia menatap Jungkook dan mendapati pemuda itu menatapnya dengan tatapan yang penuh arti.
Seakan sedang mengumpulkan keberanian, Jungkook menarik napas dalam-dalam. "Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, Tzuyu."
Entah mengapa Tzuyu merasa suara Jungkook terdengar lebih lembut dari biasanya. Tiba-tiba saja jantung Tzuyu berdetak semakin kencang, seolah-olah udara di sekitar mereka berubah menjadi lebih tebal, membuat suasana hatinya menjadi semakin tak menentu.
Ada campuran antara rasa penasaran yang menggigit dan kegugupan yang tak bisa disembunyikan. Dengan penuh harapan, Tzuyu menatap Jungkook.
"Apa itu?" tanyanya pelan, suaranya hampir tenggelam oleh bunyi detak jantungnya sendiri.
Sejenak Jungkook menghentikan kegiatannya, lalu meletakkan sumpit dengan hati-hati, dan menatap Tzuyu. Matanya menyiratkan sesuatu yang mendalam, sesuatu yang selama ini tersembunyi. "Selama beberapa minggu terakhir, aku banyak berpikir tentang kita. Tentang semua yang sudah kita lewati bersama." Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Dan aku sadar, perasaanku ke kamu lebih dari sekadar teman."
Tzuyu terdiam. Kalimat itu menghantamnya seperti ombak besar yang tiba-tiba datang. Meski selama ini ia merasakan ada sesuatu yang berbeda antara mereka, mendengar pengakuan itu langsung dari Jungkook membuat dadanya semakin bergemuruh.
"Ini mungkin terdengar mendadak," lanjut Jungkook dengan suara yang sedikit bergetar, "tapi aku gak bisa terus menyimpan perasaan ini. Kamu selalu ada di pikiranku. Kamu membuat hariku lebih baik hanya dengan senyuman atau candaanmu. Aku gak tahu bagaimana atau kapan itu terjadi, tapi yang jelas, kamu sudah berhasil masuk ke hatiku."
Jungkook menatapnya lebih dalam. "Chou Tzuyu.... " Kalimatnya terhenti sejenak, sebelum akhirnya dengan penuh kepastian ia melanjutkan,
"Aku menyukaimu."
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE? (SELESAI)
FanfictionJeon Jungkook tidak menyukai Chou Tzuyu. Ralat, mungkin ia membenci gadis itu. Gadis itu terlalu ceroboh. Ia pikun dan sering mengacaukan segalanya. Mereka berada di kelas dan organisasi yang sama. Sebisa mungkin Jungkook menghindari si biang masala...
