"Mana ada virus semacam itu!" bantah Tzuyu yang tak terima dikatai sebagai virus kebodohan.
Jungkook menolehkan kepalanya ke belakang. "Tentu ada," jawabnya singkat, kemudian ia memperlihatkan senyum manisnya pada Tzuyu. "Oiya, jangan lupa datang jam delapan malam nanti."
Tzuyu tertegun, sebelumnya Jungkook tak pernah memperlihatkan senyum semanis itu padanya. Rasanya kini Tzuyu sedang bermimpi?
***
Saat ini jam sembilan malam. Tzuyu lagi-lagi melirik arloji di pergelangan tangannya, berharap jika ia hanya salah lihat saja. Bahkan Tzuyu dengan konyol mendekatkan wajah pada arloji tersebut untuk memperjelas penglihatannya.
Tzuyu jelas ingat bahwa cowok itu bilang kalau Tzuyu harus datang jam delapan malam. Tzuyu juga ingat jika tadi ia tiba di tempat ini tepat pukul tujuh malam. Jadi, sudah sangat jelas bahwa Tzuyu tidak terlambat. Lantas kenapa sedari tadi cowok sialan itu belum datang juga?!
Tzuyu menghela napas dengan kasar. Ia tidak mungkin menunggu lebih lama lagi, sebab ibunya akan marah jika ia pulang terlalu malam. Jika begini Tzuyu terpaksa harus menjalani hukuman seorang diri karena Jimin juga pasti tidak akan datang ke tempat ini mengingat jadwal penerbangannya yang berlangsung pada jam 5 sore tadi.
Ketika Jimin mengabari bahwa ia akan dipindahkan oleh orang tuanya ke luar negeri, Tzuyu tidak dapat memercayainya. Ia beranggapan kalau Jimin hanya ingin mangkir dari hukuman yang diberikan Sihyuk Ssaem. Tzuyu tidak menyangka bahwa Jimin akan pindah sekolah setiba-tiba ini. Namun, ketika Jimin memperlihatkan tiket pesawatnya. Tzuyu tidak bisa memprotes lagi.
Sembari meraih gagang pel secepat kilat, Tzuyu pun memaki, "Sialan kau, Jeon Jungkook!"
Tzuyu memandang keseluruhan ruang aula tempatnya berada saat ini. Ia berani bersumpah demi segala sesuatu yang suci di muka bumi bahwa aula ini terlalu luas untuk dibersihkan sendirian.
Ya, Tuhan, Tzuyu tidak yakin dia bisa menyelesaikan ini dan pulang ke rumah tepat waktu tanpa dimarahi ibunya.
**"
"Hei, Chou Tzuyu! Kamu ini apa-apaan sih?" sergah Jungkook setelah beberapa detik yang lalu Tzuyu dengan sengaja menabraknya hingga tubuh Jungkook membentur meja guru.
"Apanya yang apa-apaan?"
Rahang Jungkook mengetat begitu mendengar ucapan tanpa dosa Tzuyu tersebut. "Apa otak bodohmu itu gak berfungsi sampai kau harus balik bertanya padaku?"
Tzuyu berdecak, "Seharusnya aku yang bilang begitu!"
Jungkook mengernyitkan alisnya kebingungan. "Maksud kamu apaan sih?! Gak jelas banget tau gak?" tanya Jungkook dengan intonasi suara yang mulai meninggi.
Ini masih pagi, tapi cowok di hadapan Tzuyu ini udah ngegas aja ngomongnya. Jadi, apa boleh buat, Tzuyu pun ikut meninggikan suaranya karena tidak mau kalah. "Gak jelas?! Hei, Jeon Jungkook! kamu lupa jika semalam harus membersihkan aula sekolah bersamaku?!"
"Aku gak sebodoh kamu sampai bisa lupa hal sepele macam itu."
Tzuyu kontan melongo mendengar jawaban tersebut. Jujur saja Tzuyu kesal mendengarnya. Namun, dibandingkan hanya sekedar kesal, Tzuyu pikir takjub lebih mendominasi perasaannya saat ini. Tzuyu tidak habis pikir dengan cowok ini yang masih saja bisa membanggakan otak pintarnya di saat seperti ini.
"Harusnya kau datang jika memang ingat," sahut Tzuyu setelah menetralisir rasa kekesalannya.
"Hm, tanpa aku datang pun kau berhasil membersihkan aula sialan itu sendirian, 'kan?"
"Kau tidak harusnya lari dari tanggung jawabmu."
Jungkook terkekeh, "Tanggung jawab apa memangnya? Jika saja kau memiliki rasa tanggung jawab, kau pasti tidak akan datang terlambat di hari penyambutan siswa baru," cemohnya. "Lalu kita tidak akan berakhir dengan dihukum oleh Sihyuk Ssaem," tambah Jungkook dengan tatapan sinis yang sengaja ia hujamkan pada Tzuyu.
Sukses saja perilaku Jungkook tersebut membuat Tzuyu terdiam seribu bahasa. Tzuyu tidak tahu kalimat apa yang harus dia gunakan untuk membalas ucapan Jungkook, karena nyatanya itu adalah fakta. Tzuyu memang penyebab dari semua masalah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE? (SELESAI)
FanfictionJeon Jungkook tidak menyukai Chou Tzuyu. Ralat, mungkin ia membenci gadis itu. Gadis itu terlalu ceroboh. Ia pikun dan sering mengacaukan segalanya. Mereka berada di kelas dan organisasi yang sama. Sebisa mungkin Jungkook menghindari si biang masala...
