Setelah menghabiskan Tteokbokki mereka, Tzuyu dan Jungkook berjalan beriringan meninggalkan kedai. Udara malam di sekitar mereka terasa sejuk, tapi suasana hening mendominasi di antara mereka. Tzuyu berusaha mencari sesuatu untuk dikatakan, tapi entah mengapa, ia tidak bisa menemukan topik yang bisa dibahas.
Mereka berjalan melewati taman kecil di dekat sekolah, lampu-lampu taman yang redup membuat suasana semakin tenang. Tzuyu mencuri pandang ke arah Jungkook yang tampak begitu santai dengan kedua tangan diselipkan ke dalam saku jaketnya. Dalam diam, Tzuyu mengakui bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang Jungkook malam ini. Bukan sekadar candaan atau perhatian kecil yang diberikannya—ada sesuatu yang membuatnya merasa lebih dekat dengan Jungkook daripada sebelumnya.
"Apa kau selalu bersikap seperti ini pada teman-temanmu?" Tzuyu akhirnya membuka suara.
Jungkook menoleh, menaikkan sebelah alisnya. "Seperti ini bagaimana maksudmu?"
"Kau tahu... bersikap perhatian dan baik?" Tzuyu menjawab sambil berpikir keras, berusaha merangkai kata-kata yang tepat tanpa terdengar terlalu aneh.
Jungkook terkekeh pelan. "Apa itu hal yang buruk?"
"Bukan begitu," Tzuyu buru-buru menambahkan, lalu menghela napas panjang. "Aku hanya merasa heran saja. Sejak kapan, ya, kita menjadi sedekat ini?"
Mendengar pertanyaan itu, Jungkook memperlambat langkahnya, mengamati Tzuyu dengan lebih serius. Dia tidak segera menjawab, membiarkan keheningan kecil di antara mereka menggantung di udara. Lalu, dengan suara yang lebih tenang, dia berkata, "Entahlah. Mungkin sejak kita mulai membersihkan aula bersama? Atau mungkin sejak kejadian di kedai tteokbokki kemarin? Kadang, hubungan bisa berubah dengan cepat tanpa kita sadari."
Tzuyu menatap Jungkook, mencoba memahami apa yang sebenarnya dipikirkan Jungkook. Mereka berjalan dalam diam selama beberapa detik, sampai akhirnya kaki Tzuyu terhenti di jalan setapak dekat ayunan. Ayunan yang sama tempat mereka beristirahat setelah kabur dari kedai Tteokbokki kemarin malam.
"Kau tahu," Tzuyu memulai lagi, dengan sedikit senyum di bibirnya. "Aku tidak pernah mengira kita akan berakhir seperti ini. Makan tteokbokki dan membersihkan aula bersama dengan akrab tanpa ada perdebatan yang sengit."
Jungkook ikut tersenyum. "Aku juga tidak pernah membayangkannya. Tapi kadang-kadang, hal-hal tak terduga bisa jadi menyenangkan, 'kan?"
Tzuyu mengangguk pelan, tapi rasa canggung kembali merayap di hatinya. Dia merasa sesuatu mulai berubah antara mereka. Belakangan ini Jungkook semakin ramah padanya, tapi dia tidak yakin apakah itu hal yang baik atau buruk.
"Ngomong-ngomong," Jungkook memecah keheningan lagi. "Kau sudah memutuskan mau ke mana liburan musim panas nanti?"
Tzuyu mengernyit, sedikit terkejut dengan perubahan topik yang tiba-tiba. "Liburan musim panas?
"Iya," Jungkook mengangguk, suaranya terdengar lebih ringan. "Aku dengar dari beberapa teman, mereka punya rencana besar untuk musim panas ini. Kau tahu, Seokjin akan berlibur di pulau tropis pribadi milik keluarganya. Sementara anak-anak yang lain akan mengikuti acara liburan bersama yang diselenggarakan sekolah. Bagaimana denganmu?"
Raut bingung makin terlihat di wajah Tzuyu. Ia tahu seberapa kaya keluarga Kim Seokjin, jadi info dari Jungkook tadi sama sekali tidak membuatnya heran. Ia hanya sedikit terkejut mendengar pertanyaan Jungkook tentang rencana liburan musim panasnya mengingat ini masih awal semester. Tzuyu merasa pertanyaan itu terlalu dini untuk diajukan.
"Bukankah semester ini baru saja dimulai?" tanya Tzuyu.
"Hm, iya sih." Jungkook membenarkan, lalu ia lanjut bertanya, "Tapi tidak ada salahnya kalau membuat rencana lebih awal, 'kan?"
Tzuyu berpikir sejenak. "Aku belum tahu. Mungkin aku akan ke Taiwan untuk bertemu nenekku," jawabnya.
"Oh, Taiwan, ya?" Jungkook tampak tertarik. "Kedengarannya menyenangkan. Aku selalu ingin berkunjung ke sana suatu hari nanti."
"Kalau kau pergi ke sana, aku bisa jadi pemandu wisatamu," ujar Tzuyu setengah bercanda.
Jungkook tertawa. "Baiklah, Jangan sampai kau melupakan janjimu ini. Suatu hari nanti, aku akan menagihnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE? (SELESAI)
Fiksi PenggemarJeon Jungkook tidak menyukai Chou Tzuyu. Ralat, mungkin ia membenci gadis itu. Gadis itu terlalu ceroboh. Ia pikun dan sering mengacaukan segalanya. Mereka berada di kelas dan organisasi yang sama. Sebisa mungkin Jungkook menghindari si biang masala...
