Secepat itu pula, Jungkook meraih tubuh Tzuyu dan membawanya kembali berhadapan. Sebelah sudut bibir Jungkook tertarik ke atas, membentuk sebuah seringai. "Kau mau pergi ke mana, Chou Tzuyu?"
Mata Tzuyu membelalak kaget. Alarm tanda bahaya kini berbunyi dengan keras di kepala Tzuyu. Sepertinya ini tidak akan berakhir dengan baik.
***
Tzuyu mengerjapkan matanya, berusaha menetralisir kegugupan. "Anu ... Jungkook, aku rasa sepertinya aku harus ke perpustakaan. Ada buku penting yang harus kubaca." Tzuyu beralasan.
Jungkook terkekeh. "Oh, benarkah? Aku tidak tahu jika kau salah satu makhluk penghuni perpustakaan."
Tzuyu mengernyit begitu mendengar pilihan kosakata yang digunakan Jungkook. Sinting deh, ucapan Jungkook membuat Tzuyu merasa seolah dia adalah hantu yang berkeliaran di ruang penuh buku terkutuk itu.
Seringaian Jungkook semakin melebar. "Jadi, sejak kapan kau suka membaca?" Jungkook tersenyum mencemoh pada Tzuyu. Ugh, demi apapun juga Tzuyu merasa sangat ingin meninju wajah sialan di hadapannya ini.
"Sejak sekarang," Tzuyu menukas cepat, lalu ia mendorong tubuh Jungkook. "Minggir kau, Jeon Jungkook!"
"Hei, Chou Tzuyu! Sepertinya kau salah arah. Itu bukan jalan menuju ke perpustakaan," ucap Jungkook ketika Tzuyu berjalan melewatinya.
Tzuyu berjengit kaget setelah mendengar penuturan Jungkook. Suara deheman digumamkan Tzuyu untuk menutupi rasa malu akibat kebohongannya yang terungkap. Dia membalikan tubuh dan menatap tajam pada Jungkook. "Aish, aku juga tahu jika itu bukan jalan menuju perpustakaan."
"Kalau begitu kenapa kau berjalan ke arah sana, hm?"
Senyum mengejek yang diperlihatkan Jungkook ketika ia bertanya membuat Tzuyu makin kesal. Tzuyu meniup ujung poninya, lalu berkata, "Itu sama sekali bukan urusanmu!"
"Itu jelas urusanku!"
"Aku berjalan menggunakan kakiku sendiri. Jadi, aku bisa pergi ke mana pun aku mau.
"Aku ketua OSIS di sekolah ini. Jadi, aku tidak bisa membiarkanmu berkeliaran dan tersesat di sekolah ini."
Apa sih?! Mustahil jika Tzuyu tersesat di sekolahnya sendiri. Sepertinya Jungkook benar-benar sudah sinting. Tzuyu menghembuskan napas dengar kasar, berusaha agar tidak hilang kesabaran dalam menghadapi makluk semacam Jungkook. "Memangnya kau pikir aku ini anak TK?" tanya Tzuyu.
"Bukan, kau jelas bukan anak TK. Kau hanya gadis yang terlalu bodoh. Jadi, aku khawatir kau akan menangis karena lupa arah jalan pulang."
Argh! Runtuh sudah tembok ketabahan Tzuyu. Cowok ini jelas sedang berusaha menghina Tzuyu. "Dasar sialan kau, Jeon Jungkook!" maki Tzuyu.
"Aku ini pria pembawa keberuntungan."
Tzuyu menatap jengah. "Terserah deh, aku gak begitu peduli."
"Harusnya kau peduli, Tzuyu." Jungkook melangkah pelan, mendekatkan tubuhnya pada Tzuyu, lalu membisikan sebuah kalimat tepat di telinga Tzuyu. "Jangan lupa datang ke aula nanti malam! Aku akan melakukan hal yang kau sebut sebagai tanggung jawabku di kelas tadi pagi."
Suara bisikan itu teralun jelas di dalam indera pendengaran Tzuyu. Nada lirihnya membuat sebentuk perasaan asing tiba-tiba saja mengalir pada diri Tzuyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE? (SELESAI)
FanfictionJeon Jungkook tidak menyukai Chou Tzuyu. Ralat, mungkin ia membenci gadis itu. Gadis itu terlalu ceroboh. Ia pikun dan sering mengacaukan segalanya. Mereka berada di kelas dan organisasi yang sama. Sebisa mungkin Jungkook menghindari si biang masala...
