Jungkook memutuskan untuk bertanya dengan nada tenang. "Baiklah, itu tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah ada pada siapa kunci itu sekarang?"
"Ah, itu ... kuncinya ...." Jimin menjeda ucapannya dan melirik ngeri pada teman-temannya. "Aku titipkan kunci itu kepada ...." Sekali lagi, Jimin menjeda kalimat yang diucapkannya, membuat semua orang menunggu kelanjutannya dengan tak sabar.
***
"Itu ... kuncinya aku berikan pada Tzuyu." Jimin menjawab dengan nada cemas karena semua orang kini sudah menatapnya kesal.
"Ah, Jimin kau ini gimana sih?"
"Apa yang kau lakukan bodoh?"
"Yang benar saja. Terus kita harus gimana dong?"
"Aish, bodoh sekali!"
Jungkook kebingungan melihat semua anggota OSIS yang ada di ruangan tersebut menggerutu dan menatap kesal pada Jimin.
"Semuanya diam!" perintah Jungkook yang langsung membuat semua orang menutup rapat mulut mereka.
"Memangnya kenapa jika Cho Tzuyu yang memegang kuncinya?" tanya Jungkook.
Dengan raut pias Jimin memberitahukan, "Tzuyu ... dia belum datang."
Jungkook mengeryitkan alis, kemudian ia lantas mengedarkan pandangan mata ke sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan Chou Tzuyu.
Hasilnya pun nihil.
Gadis itu benar-benar tidak ada di sini. Sepertinya dia benar-benar belum datang. Astaga, pantas saja semua orang merutuki apa yang telah dilakukan Jimin tadi.
Bagaimana ini? Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Gimana kalau gadis itu terlambat nanti?
Sialan.
BRAKKK!!!
Semua orang menatap ke arah Jungkook yang baru saja menggebrak meja. Mata Jungkook berkilat marah sehingga semua orang menundukkan kepala mereka ketakutan.
Semua terdiam.
Tidak ada yang berani mengeluarkan suara meskipun hanya satu huruf saja.
💞💓💞
Jungkook dan anggota OSIS lainnya menunggu kedatangan Chou Tzuyu di depan auditorium. Rona wajah mereka tampak begitu suram. Tidak ada lagi raut wajah yang dipenuhi keceriaan seperti tadi pagi. Mereka semua tampak begitu gelisah dan cemas menanti kehadiran Tzuyu.
Bagaimana tidak? Saat ini halaman depan auditorium sudah dipenuhi banyak calon siswa baru yang berbaris berjejeran. Saling mengantri dengan tertib, tetapi orang yang memegang kunci auditorium belum juga tiba.
Dapat terdengar keluhan-keluhan dan kalimat ejekan yang dilontarkan para siswa baru terhadap seluruh anggota OSIS. Mereka mengeluhkan kinerja OSIS SMA Yonsei yang tidak kompeten. Sebenarnya itu bukanlah hal yang patut disangkal karena fakta yang terlihat di lapangan saat ini adalah ketidak becusan OSIS dalam menyiapkan upacara penerimaan siswa baru ini. Buktinya adalah saat ini, acara yang sudah dijadwalkan dimulai pada pukul tujuh pagi malah belum terlaksana. Padahal arloji di tangan Jungkook saat ini sudah hampir menunjukan pukul delapan pagi.
Namun, Jungkook tidak ingin mengakui itu, karena ia dan seluruh anggota OSIS lainnya, terkecuali Chou Tzuyu, sudah bekerja dengan sangat keras untuk menyiapkan acara ini. Hanya saja sebuah kelalaian yang dilakukan oleh satu orang malah merusak semua usaha yang telah mereka lakukan. Bahkan membuat nama mereka menjadi buruk.
Kekesalan Jungkook dan semua anggota osis lainnya pada Tzuyu sudah mencapai puncaknya sehingga tidak dapat diucapkan dengan kata-kata lagi. Chou Tzuyu benar-benar menguras habis semua kesabaran yang dimiliki Jungkook.
Gadis itu sukses membuat emosi Jungkook yang biasanya stabil menjadi tidak terkendali seperti ini. Menyulutnya dengan api hingga membuat kemarahannya berkobar secepat kilat.
Kecemasan Jungkook seketika lenyap dan berganti menjadi kemarahan begitu retinanya menangkap keberadaan seseorang yang sudah mereka nantikan sedari tadi. Gadis itu berlari dengan terburu-buru ke arah auditorium. Hal yang lebih menjengkelkan lagi adalah kondisi gadis itu.
Dia kelihatan berantakan!
Rambut terurainya terlihat begitu kusut. Jungkook yakin bahwa gadis itu tidak menyisir rambutnya sama sekali. Bahkan mungkin saja ia tidak keramas atau mungkin ia juga tidak mandi.
Aish, bagaimana bisa seorang gadis sekacau itu?!
Kejengkelan Jungkook bertambah berkali-kali lipat begitu mendengar Tzuyu yang menyapa seolah tak ada hal apapun yang terjadi.
"Annyeong Chingudeul!" Tzuyu tersenyum dengan ceria dan napas yang tersengal-sengal begitu ia tiba di depan auditorium.
Ternyata tak hanya Jungkook yang merasa bahwa amarahnya akan meledak seketika itu juga jika tak mengingat situasi saat ini. Para anggota OSIS yang lainnya pun juga menatap Tzuyu dengan sorot yang tak kalah tajamnya.
"Annyeong," Ya, pengeculian untuk si bodoh Kim Taehyung yang malah memberikan cengiran lebarnya pada Tzuyu.
Seakan tidak menyadari situasi yang terjadi saat ini, Tzuyu pun balas tersenyum pada Taehyung, yang membuat Jungkook tidak bisa tahan jika tidak membentak gadis itu.
"Di mana kuncinya, bodoh?!"
Bentakan Jungkook membuat Tzuyu langsung cepat-cepat merogoh saku rompinya dan menyerahkan benda yang sudah dinantikan sedari tadi.
"Ini ... ini kuncinya." Tzuyu menundukkan kepalanya sedalam mungkin tanpa berani menatap Jungkook.
Jungkook segera meraih kunci yang di sodorkan Tzuyu. "Dasar idiot!" desisnya tajam.
Makian yang dilontarkan Jungkook membuat Tzuyu semakin menundukkan kepala. Kata-kata kasar yang diucapkan Jungkook pasti telah melukai hati gadis itu.
Ya, Jungkook sadar betul akan hal itu.
Namun, Jungkook merasa bahwa ia tidak perlu repot-repot untuk meminta maaf padanya. Semua makian itu memang pantas untuk di hujankan pada Tzuyu yang telah sukses mengacaukan agenda yang telah direncanakan dengan serius dari jauh-jauh hari olehnya.
Dengan dingin, Jungkook berbalik membelakangi Tzuyu dan berjalan mendekati pintu auditorium. "Silakan masuk. Acara ini akan segera dimulai!" ucap Jungkook setelah ia berhasil membuka pintu ruang auditorium. Sebisa mungkin Jungkook memberi senyum ramah dan mengendalikan emosinya di hadapan semua orang.
Jungkook akan membuat perhitungan pada Chou Tzuyu begitu acara ini selesai. Ia akan melampiaskan semua amarahnya pada gadis bodoh itu nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE? (SELESAI)
FanfictionJeon Jungkook tidak menyukai Chou Tzuyu. Ralat, mungkin ia membenci gadis itu. Gadis itu terlalu ceroboh. Ia pikun dan sering mengacaukan segalanya. Mereka berada di kelas dan organisasi yang sama. Sebisa mungkin Jungkook menghindari si biang masala...
