Selamat membaca...
Sorry kalo ada typo...
-----------------------------------
Bagi Regina, Nickholas adalah laki-laki yang dominan. Meski dia tidak lama mengenal sosok Nickholas, namun dari pertemuan-pertemuan yang sudah mereka lewatkan dan lalui, Regina bisa mengambil kesimpulan bahwa Nickholas adalah tipe lelaki dominan, lelaki itu memiliki ketegasan, pengontrolan diri yang kuat serta sikap kepemimpinan yang luar biasa. Tipe seperti inilah yang di inginkan Regina sebagai pasangan hidupnya. Tapi, yang menjadi masalahnya adalah, Nickholas ini laki-laki yang posesifnya minta ampun. Bayangkan, masa dia tidak di perbolehkan untuk melakukan pemotretan dengan lawan jenisnya? Padahal, di dunia model sendiri, hal seperti itu adalah hal yang normal dan wajar. Tapi, memang pada dasarnya Nickholas si otak batu a.k.a keras kepala, susah sekali membuka pikirannya yang kolot macam orang tua itu. Pantas saja, sejak dia memasuki WSM, tidak ada satupun pekerjaan miliknya yang melibatkan lawan jenisnya, selalu saja dia mendapatkan pekerjaan yang partner nya adalah perempuan. Dan, hal ini tentu saja baru di ketahui oleh Regina dari manager nya Rara. Menurut penuturan Rara, semua pekerjaan yang melibatkan dirinya ternyata di atur secara langsung oleh pimpinan WSM, siapa lagi kalau bukan Nickholas Wardhana.
Sekarang, dengan wajah yang kesal, Regina membuka pintu ruangan milik Nickholas dengan kuat. Persetan dengan sopan santunnya, yang terpenting sekarang, dia harus meminta penjelasan langsung kepada lelaki itu.
Akibat perbuatan Regina yang membuka pintu ruangan milik Nickholas dengan kuat, kedua lelaki yang tengah membicarakan sesuatu yang serius berhasil tersentak di tempat mereka.
Nickholas awalnya ingin murka kepada seseorang yang telah berani membuka pintu ruangannya dengan bringas, langsung mengurungkan niatnya ketika melihat bahwa sang wanitalah yang melakukan itu. Nickholas memberikan kode kepada sekretarisnya agar meninggalkan ruangannya.
Dengan senyum yang mengembang, Nickholas menghampiri Regina. Namun, Regina melangkah mundur dengan wajah yang kesal. Nickholas yang melihat itu tentu saja di buat keheranan.
"Why, Anna? Apa aku membuat suatu kesalahan terhadap kamu?"
Regina yang mendengar ucapan itu mendengus. Dia melipat kedua tangannya di dada seraya menatap lelaki di hadapannya sanksi. "Maksud kamu ngatur pekerjaanku apa, Nick? Aku kerja di dunia model yang kapan pun bisa di partner kan dengan siapa aja. Kalau begini namanya kamu sama aja membatasi gerak gerik ku dan aku bisa di anggap gak profesional."
Nickholas yang mengerti arah pembicaraan wanitanya mengangguk paham. Dia menuntun Regina untuk duduk di sofa yang terletak di dekat mereka, meski dia harus mendapatkan penolakan dari sang wanita ketika dia hendak menyentuh pergelangan wanitanya. Nickholas tak masalah, meski di tolak, dia punya beribu cara untuk membuat sang wanita mau tidak mau mengikutinya.
Di rasa Regina sudah duduk dengan tenang di sampingnya, Nickholas mencoba untuk menggenggam tangan sang wanita dengan erat agar tangan itu tak lepas dari pegangannya. "Aku melakukan semua itu ada alasannya, Anna. Aku jelas melakukan semua itu dengan berbagai macam pertimbangan. Alasan pertama ku adalah meminimalisir kejahatan, khususnya laki-laki. Baik kamu ataupun aku tidak pernah tau bagaimana sifat seseorang, terlebih laki-laki di luaran sana. Wajah seseorang bisa menipu, tapi tidak dengan sifat mereka. Alasan kedua, aku tidak rela jika para lelaki yang menjadi partner kamu dengan bebas menyentuh ataupun memandangi tubuh kamu dengan mata liar mereka. Hanya aku, hanya aku bisa melihat keindahan tubuh kamu, Anna" ucapnya dengan bisikan di akhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY LOVE || END
Chick-LitAkibat dare yang Regina lakukan dua tahun lalu di salah satu club terkenal di Jakarta, perempuan dua puluh lima tahun itu harus mempertanggung jawabkan tindakannya dulu pada seorang laki-laki yang merupakan pimpinan dan pemilik dari agensi model yan...
