If Only You Know 45

60 2 3
                                        

*

*

Maul kembali mendekat kearah Dandi untuk mengajaknya ikut bersamanya.

"Ayo kita masuk! Kita tunggu sampai dia sadar jadi kau bisa bertanya langsung padanya apa yang dia rasakan."

Maul masih tersenyum menyambut dengan hangat pria yang akan menjadi harapan terakhirnya itu, namun senyumannya berangsur hilang saat melihat wajah Dandi yang penuh dengan keraguan itu. Maul bahkan melirik kearah tangan Dandi yang sudah menghadap dirinya sedang meremas jemarinya.

Entah mengapa, melihat Dandi yang seperti ini, pikiran buruh justru bersarang diotaknya.

Hei, tidak mungkinkan...

"Aku sudah masuk dan melihatnya, dia belum sadar jadi..."

"Jadi kau keluar karena kau tidak ingin Lesti sadar dan mengetahui keberadaanmu begitu?"

Please, Maul mohon jangan katakan iya, jangan diam dan sangkal ucapanya...

"Jawab aku Dandi! Kau tidak seperti itu kan, benarkan?"

Tapi Dandi tetap diam dan Maul menolak untuk membenarkan pikirannya itu.

"Hei... Mana mungkin, kau sangat peduli padanya jadi ucapanku barusan pasti tidak benar, iyakan... Auh... Aku bodoh sekali karena sudah berpikir yang tidak-tidak."

Maul tertawa mencoba menyakinkan kalau pikiran buruknya itu salah tapi semakin ia tertawa semakin ia sadar, Dandi sama sekali tidak membantah ucapannya, dia tetap diam bahkan sekarang menundukan kepalanya.

"Jangan bilang semua yang aku katakan benar, Dandi. Kau tidak seperti itu iyakan, kau sangat peduli padanya dan kedatanganmu kesini karena kau mencemaskannya benarkan?"

"Iya, aku datang kesini karena mencemaskannya."

Syukurlah, Maul lega mendengarnya. Sudah ia katakan, Dandi tak seburuk yang ia pikirkan.

"Tapi aku tidak berharap Lesti melihat kehadiranku."

Seketika, garis hitam memenuhi wajah Maul.

"Kenapa?"

Kenapa dia justru seperti ini? Jika dia menolak bagaimana bisa ia berbagi rahasia dengannya...

"Sudah aku katakan padamu kak, sebelum Lesti menjelaskan semuanya padaku aku akan tetap menunggu Lesti datang dan menjelaskan semuanya. Aku butuh kejujuran dari Lesti kak, aku tidak ingin Lesti menyembunyikan apa yang dia rasakan sendiri."

ini lagi... Maul tidak percaya.

"Tapi bukankah dia sudah mengatakannya padamu."

"Dia tidak mengatakannya padaku kak, dia hanya memberikan omong kosong padaku"

"Kalau begitu apa salahnya percayai omong kosong itu."

Maul tidak percaya, dia tetap dengan pendiriannya.

"Itu tidak mungkin kak."

Sulit baginya percaya karena Lesti bukan wanita seperti itu.

"Kenapa tidak?"

Maul semakin mendekat kearah Dandi, mencoba menyakinkan Dandi mengenai apa yang Lesti rasakan.

"Dari awal Lesti masuk keagensi, kau satu-satunya sahabat yang Lesti harapkan, lalu saat semua orang menjauh darinya, Lesti bersyukur karena kau tidak melakukan apa yang mereka lakukan. Tapi sekarang, disaat Lesti membutuhkanmu kau justru menghindarinya dan melakukan tindakan konyol hanya karena ucapan yang kau anggap omong kosong itu, bukankah itu terlalu kekanakan."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

If Only You KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang