11. Ibu Mertua

431 24 0
                                        

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!

Apa kabarr?

Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻

Jangan lupa sholat 💙

Happy Reading ~

“Mau ke mana?” Pertanyaan itu berhasil membuat langkah pasangan tersebut terhenti, mereka berbalik dan mendapati seseorang kini tengah menatap ke arah mereka dengan kedua tangannya yang terlipat.

“Mau ke rumah Amal. Kamu mau ikut enggak, dek? Kita makan bakso di sana!” ajak Alee pada Althaf dengan antusias.

Adik dari Alee itu justru melirik sekilas ke arah Amal terlebih dahulu. “Ada Aldan, nggak? Kalau ada, aku mau ikut,”

“Ada insya Allah, ini weekend, kan?” jawab Amal.

Althaf berpikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya. “Ya udah, ayo!” Akhirnya, tiga orang itu beranjak menuju rumah yang berada tepat di depan mereka.

“Assalamualaikum!” Salam tersebut ketiganya ucapakan, disusul dengan ketukan pintu oleh Amal. Tidak lama, terdengar sahutan salam dari dalam, bersamaan dengan pintu rumah tersebut terbuka.

“Kak Amal, kak Alee, kak Althaf, ayo masuk!” Zahra selaku adik dari Amal segera mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam rumahnya dengan senyuman manis.

Tiga orang itu lantas mengikuti langkah kaki Zahra memasuki rumah tersebut, mata mereka langsung dimanjakan oleh interior rumah yang cenderung berwarna putih dan biru.

“Eh? Ada kalian! Sini sayang, masuk!” Naomi—Ibu Amal—menyambut dengan senang hati kedatangan sang putra dan menantu serta adik dari menantunya itu.

“Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke sini? Biar kita siapkan sesuatu,” ujar Bu Naomi seraya mengusap pelan kepala Putra dan menantunya kala mereka bersalaman, lalu tersenyum tipis sembari menangkupkan kedua tangannya ke arah Althaf.

“Nggak usah, Ma, ini Alee mau makan bakso, makanya ke sini,” ujar Amal sembari merangkul pundak istrinya.

Ale tersenyum malu-malu pada Naomi. “Iya, Ma, aku kangen bakso buatan papa Mikail,” jawab perempuan itu.

“Wah! Masya Allah kebetulan banget, nih, Papa kamu itu baru bikin bakso semalam!” kata Naomi seraya merangkul sang menantu menuju dapur.

“Aldan ada nggak, Ra?” Althaf yang berada paling belakang di perjalanan menuju dapur bertanya kepada Zahra tentang keberadaan temannya itu.

“Ada, tapi kayaknya lagi mandi, deh, soalnya tadi dia habis dari olahraga,” ucap Zahra yang diangguki oleh Althaf.

Tidak terasa, mereka akhirnya tiba di ruang makan, di sana semua orang langsung bergegas saling membantu untuk menyiapkan acara makan-makan mendadak mereka—makan bakso.

“Mama panggil Papa aja dulu, ini biar aku sama yang lain aja yang kerjain,” ujar Alee menghentikan kegiatan ibu mertuanya yang ingin membantu menyiapkan bakso setelah beliau memberikan arahan kepada mereka.

“Okelah sekalian biar mama panggil Aldan juga,” terang Bu Naomi menyetujui usulan dari Alee sembari segera beranjak memanggil sang anak dan juga suaminya.

Kini, tinggallah mereka berempat menyiapkan kegiatan mendadak mereka yang ingin makan bakso bersama.

Kegiatan makan bakso itu akhirnya dimulai ketika Pak Mikail, Aldan dan Bu Naomi datang bersama. Momen itu berlangsung cukup menyenangkan dengan berbagai gurauan singkat di antara mereka.

Bekal in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang