Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
Dini hari, Amal dan Alee sama-sama terbangun dari tidurnya. Keduanya saling tatap untuk beberapa detik sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi. “Kita sholat dulu aja, liat hasilnya nanti pas udah sholat,” rengek Alee tiba-tiba.
Saat ini, dua insan Tuhan itu tengah bersiap-siap untuk melihat dan membuktikan prasangka mereka semalam—terkait Alee yang kemungkinan sedang hamil.
“Iya, ayo sholat dulu,” jawab Amal yang diangguki oleh Alee. Keduanya lantas mulai melangkahkan kakinya menjauh dari kamar mandi, meninggalkan alat tes kehamilan di sana sementara mereka menunaikan ibadah tahajjud.
Empat rakaat terlaksanakan dengan baik. Pasangan suami istri itu mulai melantunkan doanya masing-masing. Berharap bahwa prasangka baik mereka terkabulkan oleh sang Kuasa.
“Gimana kalau ternyata enggak?” Alee bertanya usai doanya selesai, hal yang membuat Amal membalikkan tubuhnya untuk menatap sang istri.
“Ya enggak apa-apa, kita kan sudah berusaha, sudah berdoa, hasilnya kita pasrahkan sama Allah. Kita sudah sering bahas ini, kan?” papar Amal sembari mengusap pelan ubun-ubun kepala istrinya, lalu mengecupnya singkat.
Alee menganggukkan kepalanya. “Kalau gitu ayok cek,” ajaknya sembari melepaskan alat sholatnya dan beralih memasang hijab instan miliknya.
“Kenapa pakai hijab, Babe?” Amal bertanya dengan kening berkerut bingung.
Alee menoleh, menggerakkan ponsel di tangannya. “Aku mau videoin kenangan ini, boleh, kan?” tanya wanita itu.
Anggukan kepala tanda persetujuan Amal berikan, pria itu kemudian merangkul pinggang istrinya dengan lembut, menuntunnya menuju kamar mandi untuk melihat hasil tes kehamilan itu. Kamera ponsel milik Alee juga sudah bertengger di pojok sana, merekam kegiatan mereka saat ini.
Doa-doa kian Alee dan Amal panjatkan. Dengan tangan gemetar, Alee memperhatikan penuh gugup alat tes kehamilan yang ada di tangannya, detik berikutnya perempuan itu menutup mulutnya tidak percaya di susul dengan cairan bening yang keluar dari matanya.
Melihat reaksi istrinya seperti itu, Amal sontak memeluknya erat. Tidak bertanya lebih lanjut meskipun ia sangat penasaran dengan hasilnya.
“Babe, garis dua!” pekik Alee usai berhasil mengontrol dirinya yang terlewat bahagia.
Mendengar hal itu, Amal terdiam sejenak, mencerna ucapan istrinya sebelum akhirnya lelaki itu kembali mengeratkan pelukannya. Tak ada kalimat yang keluar dari mulut pria itu, tetapi Alee dapat merasakan punggung suaminya bergetar hebat, disusul dengan bisikan syukur dan terima kasih dari sang suami.
**
Sepulang dari kantor, Amal merangkul lembut pinggang istrinya, menuntun wanita itu untuk berjalan di koridor rumah sakit, senyuman indah terlukis di wajah ke dua pasangan itu. Mereka baru saja selesai melakukan pemeriksaan terhadap kehamilan Alee, memastikan kebenaran serta kondisi calon buah hati mereka.
“Kayaknya saya harus beli motor yang lebih friendly supaya enggak terlalu nyusahin kamu,” kata Aamal sembari membantu sang istri menaiki motor gede miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
