35. Anniversary (End)

401 13 0
                                        

Bismillahirrahmanirrahim...

Happy Reading!

“AKH!” Jeritan dan suara benda jatuh dari arah kamar mandi sontak membuat Amal langsung bergerak ke arah ruangan tersebut dengan tergesa-gesa, jantungnya berdebar tidak karuan—takut sang istri mengalami hal yang tidak diinginkan.

“Ada apa, Babe?!” tanya lelaki itu dengan raut wajah paniknya pada sang istri yang kini terduduk di lantai. Lelaki itu segala berlutut di sebelah istrinya, menundukkan kepalanya guna menatap wajah sang istri yang wajahnya tertutupi oleh rambut.

Alee perlahan mendongakkan kepalanya, mereka bertemu tatap. Amal dengan pandangan khawatirnya, dan Alee dengan tatapan membingungkannya.

“Kamu baik-baik aja?” amal bertanya lembut sembari mengusap pelan punggung sang istri.

Alee diam sejenak sebelum akhirnya sudut bibir perempuan itu tampak tertarik ke atas. “Selamat ulang tahun, Suamiku!” katanya sembari memberikan pelukan hangat pada sang suami.

Amal mengerjap bingung. “Kamu?” tanggapannya dengan nada terbata-bata. “Astaga, Babe, aku kira kamu kenapa tadinya, aku ... panik banget,” ungkapnya seraya membalas pelukan hangat istrinya, dadanya tampak naik turun dengan teratur, menampakkan betapa leganya pria itu.

“Hehe, maaf, ya?” papar Alee yang dibalas anggukan kepala oleh sang suami. “Wudhu kamu jadi batal, Babe,” lanjut wanita tersebut yang membuat Amal tersadar.

“Astaga,” ujar lelaki itu menatap gemas kepada istrinya yang kini justru tertawa cekikikan.

**

Sama seperti Amal, Alee pun memutuskan memberikan hadiah kepada sang suami berupa mengatakan 'iya' untuk apapun yang diinginkan oleh lelaki itu. Saat ini, keduanya kembali berada di mall dan kali ini, Alee yang akan mentraktir sang suami menggunakan uang hasil kerja kerasnya sendiri—walaupun gaji tersebut dari Amal—tapi tetap saja, kan, itu hasil kerjanya sebagai sekretaris.

Selain untuk belanja terkait acara ulang tahun Amal, mereka mengikutsertakan acara berbelanja pakaian bayi sekaligus di hari itu. Ale sudah tampak berseri-seri saat keduanya memasuki sebuah toko perlengkapan bayi.

“Kita ambil pink, kan?” ujar Amal sembari menggandeng tangan istrinya.

Alee menganggukkan kepalanya antusias, ia segera menarik lengan sang suami menuju sebuah rak baju-baju yang terlihat sangat begitu menggemaskan. “Ini lucu banget, beli enggak, sih?” ujarnya dengan ekspresi gemas tidak tertahankan.

Amal yang melihat baju itupun ikut menahan rasa gemasnya. “Ayo beli aja. Meskipun itu baru terpakai pas bayi satu tahun,” katanya yang membuat sang istri sontak memasukkan baju menggemaskan tersebut ke dalam keranjang belanja mereka.

Niat hati hanya akan berbelanja pakaian saja, rencana tersebut justru melenceng—banyak barang-barang lain seperti botol bayi, bantal, guling, hingga boneka yang mereka beli. Itu pun jika keduanya tidak segera sadar, peralatan bayi lainnya hampir turut mereka beli.

Setelah mendapatkan banyak belanja kebutuhan bayi, mereka lanjut pada agenda utama—membeli keinginan Amal. Keduanya berjalan dan mengunjungi beberapa toko untuk membeli keinginan Amal. Satu hari itu, mereka gunakan sebaik mungkin untuk berbelanja.

**

Malam Minggu kembali tiba, kali ini bertepatan dengan hari anniversary pernikahan Amal dan Alee. Home date menjadi pilihan keduanya, bukannya bagaimana, usia kehamilan Alee yang sudah menginjak sembilan bulan membuat pasangan tersebut lebih berhati-hati akhir-akhir ini.

Saat ini, Alee bahkan sudah mengambil cutinya, apa lagi mengingat hari perkiraan melahirkan menurut dokter sekitar beberapa hari dari sekarang. Jadi, home date dan cooking date menjadi pilihan mereka untuk merayakan hari spesial tersebut.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 04, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bekal in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang