Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
“Huek!” Dan detik berikutnya, Amal ikut berlari menyusul sang istri dengan panik usai mendengar suara istrinya yang tampak mual.
Kenapa tiba-tiba sekali?! Begitulah pikir Amal saat itu dengan kondisi panik.
Amal segera masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan tidak sempat ditutup oleh istrinya, lelaki itu berdiri di belakang sang istri sembari memijat pelan tengkuk Alee, berharap dengan begitu dapat membantu perempuan tersebut.
Setelah beberapa saat memuntahkan cairan, perempuan itu kemudian membersihkan diri. Sesudahnya, Alee berbalik menatap suaminya dengan tatapan sendu, “Mau peluk,” ujarnya dengan pelan, mata perempuan itu bertemu langsung dengan manik sang suami, memancarkan sebuah permohonan akan ucapannya barusan.
Kemudian dengan tidak sopannya, Amal justru merasakan pipinya memanas di situasi sendu ini. “Iya, sini peluk,” balas lelaki itu dengan sedikit gugup, membawa sang istri dalam dekapannya, mengusap lembut punggung istrinya yang kini tampak terisak.
“Aku kayaknya mabuk perjalanan juga, deh,” adu Alee pada suaminya.
“Bisa jadi.” Amal tertawa kecil mendengar menuturan Alee barusan.
“Sekarang udah enakan? Saya panik banget tadi kamu tiba-tiba lari terus muntah,” lanjut Amal mengungkapkan perasaannya setelah berada dalam posisi saling mendekap satu sama lain beberapa saat.
“Udah lumayan. Sekarang aku jadi tambah laper gara-gara muntah,” papar Alee yang diangguki oleh Amal.
Amal kemudian menuntun istrinya untuk berjalan kembali menuju meja makan, menarik kursi untuk sang istri, lalu keduanya duduk di sana, bersiap menyantap bakso yang sempat tertunda tadi.
“Aku udah,” ucap Ale, mendorong mangkuknya mendekat ke arah Amal.
Kening Amal berkerut melihatnya. “Udah?” beonya bertanya, memastikan ia tidak salah mendengar.
Alee menganggukkan kepalanya sembari tersenyum kecil, seolah dirinya tidak bersalah setelah menyisakan cukup banyak makanan.
“Tapi itu masih banyak.” Amal menujuk ke arah makanan Alee.
“Tapi aku udah kenyang,” timpal Alee dengan mata memelas, ia menyentuh perutnya.
“Mubazir, ya Habibati,” balas Amal menatap istrinya lembut.
Alee mengerjapkan matanya pelan, “Kamu yang habiskan kalau begitu,” kata perempuan tersebut seraya tersenyum manis.
Amal akhirnya menghela nafasnya, lelaki itu lantas mengambil alih mangkuk yang berisi makanan istrinya yang tidak habis, lalu menggabungkan dengan baksonya yang tinggal sedikit, dan kini, porsi makanan di depan Amal sudah seperti porsi awal makanannya.
“Kamu makannya sedikit banget. Kamu lagi diet?” tanya Amal seraya kembali menyuapi bakso ke mulutnya.
“Enggak, kok, udah kenyang,” tutur Alee yang membuat Amal akhirnya menganggukan kepalanya mengerti, kemudian kembali melanjutkan makannya meskipun dengan jantung yang berdegup cepat. Selain ia sudah cukup kenyang, Alee terus saja menatapnya saat ini, mana dalam banget lagi tatapannya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
