Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Sorry baru sempat update 🙏🏼
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
“Jadinya kita bakalan tanya jenis kelamin bayi, Babe?” Amal bertanya sembari memasangkan helm pada istrinya. Kali ini, sepulangnya mereka dari kantor, keduanya berencana untuk kembali memeriksa kandungan Alee usai membuat janji dengan sang dokter.
Alee memberikan balasan dengan anggukan kepala. “Tapi aku mau minta dokternya enggak ngasih tau kamu dulu, only me! Aku pengen ngasih kamu kejutan gitu, hehehe!” ungkap perempuan tersebut sembari tersenyum manis.
“Bukan kejutan namanya kalau dikasih tahu, Habibati,” timpal Amal tertawa kecil seraya membantu sang istri naik di motor miliknya.
Alee terkekeh geli menyadari itu. “Yang jelas kamu enggak tahu kejutannya gimana,” timpalnya antusias.
“Iya, deh,” lanjut Amal. Lalu setelahnya, pasangan suami-istri tersebut lantas membelah jalanan menuju tempat tujuan—sebuah klinik untuk memeriksa kandungan Alee.
Sebenarnya, pada pemeriksaan bulan keempat sebelumnya, mereka sudah diminta untuk melihat jenis kelamin sang buah hati, tetapi keduanya sepakat memilih untuk tidak mengetahui. Namun entah bagaimana, Alee dengan tiba-tiba menginginkan untuk mengetahui lebih cepat jenis kelamin sang buah hati di bulan kelima ini.
Keduanya tiba di klinik tidak lama setelah perjalanan. Karena telah membuat janji, tanpa menunggu lama, pasangan tersebut sudah berada di dalam ruangan dan Alee yang segera diperiksa.
“Dok, aku berubah pikiran, kali ini aku mau tahu gender anakku, tapi jangan kasih tau suamiku dulu, ya, soalnya aku mau buat kejutan untuk dia,” papar Alee antusias saat sang dokter tengah melakukan tugasnya.
Dokter tersebut tersenyum ramah, mengiyakan keinginan ibu hamil tersebut. Lantas, agar lebih aman beliau menuliskannya di sebuah kertas lalu memberikan benda tersebut pada Alee—di dalamnya terdapat sebuah tulisan gender anak mereka.
Alee yang mendapatkannya sontak tersenyum senang. Buru-buru ia membacanya dengan seaman mungkin agar tidak diketahui oleh sang suami. Amal sendiri memilih menunggu dengan sabar akan hal itu. Meskipun ia penasaran, lelaki tersebut justru lebih tidak sabar dengan kejutan istrinya.
Setelah selesai dengan kegiatan memeriksa kandungan, pasangan suami-istri tersebut lantas berniat untuk pulang ke rumah, keduanya kini telah membelah padatnya jalan raya yang dipenuhi hiruk-pikuk manusia yang hendak pulang.
“Aku seneng banget! Enggak sabar kasih kamu kejutan!” Alee memeluk tubuh sang suami, menunjukkan kesenangan hatinya melalui sentuhan fisik tersebut.
“Iya, saya juga enggak sabar,” balas Amal sembari mengusap pelan punggung tangan sang istri yang kini melingkari pinggangnya.
Semuanya tampak berjalan normal, sampai saat hujan mulai membasahi bumi yang sontak membuat Amal menepikan motornya di depan kedai agar tidak basah kuyup sampai di rumah. “Dingin!” Alee memeluk lengan suaminya seraya menatap tetesan hujan.
Amal tersenyum lembut, merangkul sang istri guna menghangatkan tubuhnya. Dengan kondisi seperti ini, ia terkadang merasa bersalah pada Alee. Andai kata mereka memilih untuk mengendarai mobil, pastinya insiden seperti ini tidak akan terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
