19. Datang Lagi?

254 18 0
                                        

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!

Apa kabarr?

Selamat tahun baru, dan selamat memasuki bulan Rajab!

Semoga tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya, yaa, Aamiin 🤲🏻🥹

Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨

Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻

Jangan lupa sholat 💙

Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣

Happy Reading ~

“Jangan yang baca ini, Babe!” papar Amal sembari menghalau sang istri untuk mengambil buku bersampul biru gelap itu, ia lantas mendekap buku tersebut agar tidak dibaca oleh sang istri.

“Itu memangnya buku apa?” Alee bertanya penasaran, alisnya tampak berkerut, apa lagi melihat respon suaminya yang tampak seolah menyembunyikan sesuatu dalam buku tersebut.

Semburat kemerahan muncul di pipi Amal sejenak, lelaki itu kemudian menggelengkan kepalanya. “Ini buku curahan hati saya, saya belum siap untuk dibaca sama kamu, maaf, ya?” ungkapnya dengan jujur, penuh kehati-hatian saat mengungkapkan itu, takut sang istri salah paham.

Alee yang mendengarnya menganggukkan kepalanya. Memahami keinginan sang suami, sebab sekarang pun, ia juga tidak ingin memperlihatkan buku curahan hatinya pada Amal.

Bukannya apa, meskipun ia sudah mengungkapkan perasaannya pada Amal, terus terang saja, Alee masih gengsi untuk mengatakan bahwa ia sudah menyukai lelaki itu sedari dulu.

Hal yang sama tentunya dirasakan pula oleh Amal, yang juga belum mengakui bahwa dirinya menyukai Alee sedari dulu.

“Aku enggak nyantol dibuku kamu yang mana pun, Babe. Kita lanjut baca buku yang tadi aja, deh, liat akhirnya gimana,” kata Alee memberanikan diri untuk menggenggam tangan suaminya agar kembali ke kasur, gadis itu juga sudah merasakan hawa dingin kembali menerpa tubuhnya, membuatnya ingin segera berada di bawah selimut.

Amal menurut, pria itu segera menyimpan kembali bukunya ke rak tadi, lalu mengikuti sang istri menuju kasur. Keduanya kembali ke posisi semula, duduk bersebelahan tanpa jarak di atas kasur yang empuk, dengan setengah tubuhnya ditutupi oleh selimut lembut.

“Orang gila! Ini cowoknya bener-bener red flag parah! Selingkuh, KDRT, enggak nafkahi istrinya lagi!” Beberapa menit kemudian, Alee tampak mengomel saat membaca puncak konflik dari novel yang tengah dibacanya.

“Harusnya enggak usah pakai pemeran utama yang dicap paham agama kalau karakternya mau dibuat kayak gini, merusak pandangan orang aja. Lagi pula, mana ada yang paham agama kayak begitu,” timpal Amal, ikut kesal bersama Alee.

“Iya, kan?! Logikanya mah, semakin orang paham agama, semakin dia takut sama Allah,” sahut Alee.
Keduanya kemudian kembali membaca novel tersebut bersama, meskipun tidak sekali dua kali menghujat karakter pria utama dan karakter perempuan utama dalam novel itu.

“Pesan moralnya, jangan jadi cewek budak cinta sampai tutup mata sama kelakuan cowok enggak bener,” komentar Alee usai keduanya menyelesaikan bacaan novel tersebut.

Novel tersebut memiliki halaman yang cukup singkat membuat pasangan suami istri itu dapat membacanya hanya kurun waktu sebentar. “Padahal, saya berharap endingnya mereka pisah, eh malah dimaafkan.” Amal ikut berkomentar yang diangguki persetujuan oleh Alee meskipun tampak emosi tetapi sesekali menguap.

Bekal in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang