Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Happy Reading ~
♡
“Aku bakalan lebih hati-hati makan cabai setelah ini, aku bakalan nurut sama larangan kamu,” rengek Alee dengan matanya yang berkaca-kaca menatap Amal, bibir perempuan itu juga melengkung ke bawah.
“Iya, percaya,” timpal Amal sembari tertawa kecil.
“Bilangnya percaya tapi mukanya nyebelin banget!” ungkap Alee dengan raut wajah cemberutnya, lalu selanjutnya meringis kesakitan sembari memegang perutnya.
Amal semakin tertawa karena hal itu. “Kamu baring dulu, saya bantu pijitin, mau?” Lelaki itu memberikan tawaran yang segera diangguki oleh Alee.
Setelahnya, Amal mulai dengan telaten memijat betis serta memberikan usapan lembut pada perut istrinya. “Padahal, waktu ta’aruf lalu kamu bilang enggak suka seblak, saya kira karena kamu enggak suka pedas, ternyata, saya salah sangka,” ujar lelaki itu.
“Aku biasanya kuat kok makan pedesnya, kenapa sekarang jadi diare gini, ya?” timpal Alee.
Mendengarnya, Amal tersenyum miring, otaknya mulai merangkai kalimat yang siap menggoda sang istri. “Kamu soalnya naksir sama saya, sih, makanya pengen di manja-manja,” katanya.
Alee sontak membulatkan matanya mendengarkan hal itu. “Kamu sekarang kalau ngomong enggak nyambung, ya!” tuturnya yang membuat tawa Amal kembali pecah.
**
Suara azan subuh berhasil membuat Amal terbangun dari tidurnya. Saat hendak meregangkan otot lengannya, ia terhenti sejenak, merasakan sebuah beban yang terasa hinggap di lengannya. Lelaki itu melirik sejenak dan mendapati sang istri yang tertidur berbantal lengannya.
Seulas senyuman timbul tanpa Amal bisa cegah. “Alee istri saya,” katanya dengan pipinya yang kini sudah memerah.
Sebelah tangan Amal yang tampak bebas kemudian bergerak mengusap puncak kepala istrinya. “Boss istri, sudah azan subuh, ayo bangun dulu,” kata lelaki itu dengan berbisik pelan, jari telunjuknya kemudian dengan pelan menyentuh hidung Alee.
Bukannya bangun, perempuan itu justru semakin merapat ke arah suaminya dan mendekapnya erat. Amal tertawa dibuatnya, lelaki itu seolah menikmati degupan jantungnya tanpa takut Alee mendengar hal itu.
“Bangun, Alee, sholat subuh dulu, biar jadi istri Sholehah.” Amal kembali mencoba membangunkan istrinya, kali ini sembari mengusap pelan pipi Alee dan memberikan cubitan kecil pada hidung dan pipi sang istri.
Tak ada pergerakan apa pun dari istrinya itu, justru Amal rasa Alee semakin nyenyak tidurnya kala ia usap-usap dan bangunkan dengan suara lembut seperti ini. Amal menghela napasnya sejenak. “Alee bangun, kamu mau telat sholat subuh, hm?” Intonasi suara Amal kini lebih tinggi dari sebelumnya, tentunya tidak membentak. Lelaki itu juga menggoyangkan pelan tubuh sang istri agar segera bangun dari tidurnya.
“Astaghfirullah Alee, bangun, ya Allah, bentar lagi iqomah!” Amal sudah panik, takut tiba-tiba iqomah terdengar dan ia harus terlewatkan sholat subuh berjamaahnya di masjid.
Bukannya apa, ia mau bangun, Alee mendekapnya dengan erat, meninggalkan sang istri tanpa perempuan itu selesai berwudhu juga Amal merasa berdosa karena lalai menuntun istrinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
