18. Novel Amal

275 19 4
                                        

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!

Apa kabarr?

Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨

Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻

Jangan lupa sholat 💙

Happy Reading ~

“Bang Amal ada, kak?” tanya lelaki
itu.

“Ada, lagi ngambek di dalam gara-gara kamu ngetuk pintu,” ujar Alee.

Babe!” Amal berteriak tidak terima membuat Althaf yang mendengarnya mengerutkan keningnya bingung dengan panggilan lelaki itu.

Sejak kapan mereka mengganti panggilan dengan nuansa romantis seperti itu? Begitulah pikir Althaf saat mendengar teriakan Amal barusan.

“Sejak kapan kalian ubah panggilan kayak gitu? Kemarin perasaan masih manggil Boss satu sama lain?” Althaf tidak bisa menahan diri untuk tidak mengajukan pertanyaan pada kakaknya terkait dengan hal yang terlintas di benaknya barusan.

“Sejak tadi, kenapa cari suamiku, dek?” jawab Alee sembari melontarkan pertanyaan pada adiknya juga. Pertanyaan yang berhasil membuat lelaki yang baru saja melawan rasa gengsinya itu tersenyum senang mendengar Alee memanggilnya dengan sebutan ‘suamiku’.

“Aku mau ngomong langsung sama dia, Kak, panggilkan dulu dong, minta tolong,” ujar Althaf yang membuat Alee lantas menolehkan pandangannya pada sang suami.

Yang dipandangnya lantas berdiri dan segera menghampiri Althaf, selanjutnya dua lelaki itu kemudian berjalan meninggalkan Alee.

Usai kepergian keduanya, Alee beranjak masuk ke dalam kamarnya. Duduk termenung di atas kasur dengan pikirannya yang kembali hinggap pada adegan confess barusan.

“Aku akhirnya confess ke Amal?” Ia tampak mengerjapkan matanya, bibirnya berkedut kala ia berusaha menahan senyuman.

Detik berikutnya perempuan itu tampak memukul-mukul bantal, berusaha menyalurkan perasaan saltingnya pada benda mati tersebut.

“Oh ya Allah, terima kasih banyak sudah buat perasaanku pada Amal terbalaskan.” Perempuan itu berucap syukur usai memukul bantalnya.

Ia kembali tersenyum sendiri, pipinya kembali memanas mengingat kejadian tadi—terutama pelukan hangat usai keduanya saling mengungkapkan isi hati. Selanjutnya, tanpa bisa di cegah, Alee menenggelamkan wajahnya di bantal saking tidak kuatnya dengan perasaan gemasnya itu.

Pelukan hangat tadi sangat membekas di ingatannya. Meskipun pelukan tersebut bukan pertama kali, bahkan kedua sudah pernah lebih intim dari itu, Alee tetap menjadikan pelukan barusan sebagai salah satu yang paling romantis.

Karena pelukan after confess memang seromantis itu, kan?

**

“Kamu tadi ngobrolin apa aja sama Althaf, Babe?” tanya Alee menggunakan panggilan baru mereka meski masih canggung saat melihat sang suami baru saja kembali usai mengobrol dengan sang adik.

Untungnya, lelaki itu cukup lama, karena setidaknya karena hal itu, Alee menjadi tidak perlu lagi menahan malu karena ketahuan tengah salting brutal.

“Tadi dia konfirmasi ke saya kalau fans-nya itu pengen dibuatin video juga terus dia ngasih ide supaya kita ngasih video buat promosi produk kita. Apalagi kan produk kita masih begitu-begitu saja yang beli, dia bilang kita juga harus ubah strategi marketing kita,” ujar Amal memaparkan inti percakapannya dengan Althaf.

Bekal in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang