Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
Alee berdiri di depan cermin dengan posisi menyamping, yang membuat perutnya semakin tercetak jelas. Dua bulan lagi bayi yang ada di kandungannya akan lahir ke dunia, membawa kebahagiaan untuknya dan sang suami.
Waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin ia dan sang suami menikah, baru kemarin mereka mengetahui akan adanya kehidupan di rahim Alee, dan sekarang mereka akan segera menjadi orang tua saja.
“Udah siap?” Alee mendongakkan kepalanya saat mendengar pertanyaan itu. Didapatinya sang suami yang kini berdiri di belakangnya. Keduanya kemudian saling tatap melalui perantara cermin di depannya.
“Udah,” jawab Alee yang membuat anggukan kepala tercipta pada Amal.
“Mau berangkat sekarang?” tanya Amal lagi.
“Mau, ayo!” balas Alee seraya dengan segera memutar tubuhnya dan menggandeng sang suami begitu erat. Benar-benar, gengsi yang awalnya ada, kini terlebur—terkalahkan oleh perasaan cinta yang semakin membara.
Hari ini, keduanya berniat untuk membagikan makanan dan memberikan sumbangan pada salah satu panti asuhan sekitar mereka. Akhir-akhir ini, Amal dan Alee memang tampak terbiasa menggunakan mobil ke mana-mana—tentunya dengan jarak yang tidak jauh, agar Amal tak merasakan mabuk perjalanan.
Tiba di tempat tujuan yang mereka ingin kunjungi, keduanya lantas turun dan langsung masuk. Pasangan suami istri itu disambut dengan baik oleh pengurus panti asuhan di sana. Terlihat cukup banyak anak-anak yang bermain dan bergembira di sana—membuat Alee tanpa sadar mengukirkan senyumannya.
"Indahnya," gumam wanita itu, penuh haru akan senyuman anak-anak yang tengah bermain tanpa beban.
Keduanya lantas membagikan makanan yang dibawa, tak lupa pula memberikan sedikit sumbangan pada sang penanggung jawab panti asuhan. Setelah berbincang cukup lama bersama para penanggung jawab dan juga anak-anak di sana, Alee dan Amal memutuskan untuk kembali.
Rumah kedua orang tua mereka menjadi tujuan keduanya. Mama Naomi selaku ibu mertua Alee sudah merencanakan acara makan-makan bersama sebagai bentuk rasa syukur juga.
"Mama Naomi masak apa, ya, kira-kira?" Alee bertanya saat keduanya sudah hampir tiba.
"Bakso, tadi beliau ngasih tau," jawab Amal.
Senyuman antusias merekah di bibir Alee. "Asyik!" ujarnya bahagia kemudian lantas turun dari mobil kala Amal telah membukakan pintu untuknya. Mereka telah tiba di tempat tujuan.
Rumah Mama Naomi kini tengah dipenuhi oleh banyak orang, mulai dari orang tua Amal dan Alee, saudara-saudara, hingga kakek dan nenek pun turut hadir di acara syukuran sederhana itu.
Sebelum makan siang di mulai, semua orang melaksanakan salat berjamaah terlebih dahulu. Kali ini, ruangan salat rumah orang tua Amal menjadi pilihan mereka. Salat terlaksana dengan khusyuk, doa kemudian dipimpin oleh kakek Amal, mendoakan kelancaran dan kemudahan proses melahirkan Alee kelak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
