Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
“Datang lagi dia,” gerutu Amal dengan gumaman kecil saat melihat kehadiran Haidar di sana. Gumaman singkatnya itu masih didengarkan oleh sang istri.
Padahal dia udah punya rumah, ngapain ke sini lagi, sih? Batin Amal kesal, hatinya terbakar api cemburu melihat kedatangan lelaki yang beberapa hari lalu mengirimkan pesan untuk istrinya.
“Hai.” Alee memilih membalas ucapan dari haidar karena takut dianggap tidak sopan dan membalas sapaan dari haidar barusan apalagi suaminya terlihat sedang kesal saat ini.
“Kami izin ke kamar dulu, ya,” ujar Amal, ingin buru-buru beranjak dari sana. Takut amarahnya melonjak.
Bukannya apa, kemarin saat ia menegur Haidar untuk tidak mengecat istrinya lelaki itu menyanggupi bahkan minta maaf jika tingkahnya menjengkelkan namun kenapa sekarang justru pria itu mendatangi rumah istrinya lagi.
“Lama-lama, saya kesel sama Haidar! Maksudnya apa coba ke sini? Mau liat kamu gitu?” Amal menggerutu sebal saat ia tiba di kamarnya.
“Cemburu banget kayaknya. Bukannya kamu udah negur dia, ya?” ungkap Alee sembari mengelus-ngelus dengan suaminya berharap dengan itu dapat membantu meredakan amarah dari sang suami
“Memang. Makanya, saya lebih kesal sama dia, saya udah coba negur dia, dia juga udah minta maaf tapi masih datang ke sini!” balas Amal dengan menggebu-gebu.
“Tapi kita enggak boleh berburuk sangka, Babe. Paling ke sini buat nemuin Papa aja. Lagi pula saya enggak ngerasain dia suka sama saya deh,” timpal Alee menyadari bahwa sekarang sepertinya perasaan cemburu suaminya terhadap Haidar sudah berlebihan.
“Kenapa kamu bisa yakin begitu?” tanya Amal seraya memicingkan matanya.
“Karena tatapan mata kamu dan dia beda,” jawab Alee sembari menatap dalam ke manik mata suaminya. Membuat lelaki itu salting dan mengalihkan pandangannya.
“Saya kayaknya harus tobat deh, Babe. Siapa tahu saya kayak gini karena bujuk rayu setan,” ungkap Amal tiba-tiba. Kemungkinan ia seperti ini setelah berpikir dan merasa cemburunya kali ini memang tampak berlebihan. Apa lagi saat mendengar penjelasan dari Ale barusan, dan ia membenarkan pikirannya itu.
Perasaan tidak nyamannya sekarang mungkin saja sebuah ujian dari Allah untuk dirinya, bukan? Sebab dari pertama Haidar datang, entah mengapa ia sudah merasakan keanehan ini, dan puncaknya saat-saat Haidar mengecat istrinya.
“Boleh kayaknya,” jawab Alee menanggapi ucapan suaminya.
Amal tersenyum tipis sebagai balasannya. “Oh iya, kalau semisal ternyata Haidar justru naksir kamu, kamu gimana? Dia lebih kaya daripada saya loh,” tanya lelaki itu.
“Ya, gimana apanya? Aku udah punya suami. Perkara kaya, mah, Ayah sama Papa juga lebih kaya dari kamu. Kamu jangan insecure, ah! Aku memang suka kalau kamu cemburu, tapi aku nggak suka kalau kamu insecure!” timpal Alee, mengerutkan keningnya tidak suka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
