Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Maaf, ya, aku telat update, tapi aku udah ngabarin di Ig kok kalau insya Allah up-nya baru bisa hari Senin ini🥹🙏🏼
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
“Kamu kenapa, Babe?” tanyanya panik, apalagi kini beberapa tatapan mata para staff menatap ke arah mereka dengan penasaran.
“Saya terharu, kalian semua bekerja keras banget untuk perusahaan,” kata lelaki itu, masih dalam posisi mendekap tubuh mungil istrinya.
Alee yang sempat panik, kini tampak melongo kecil mendengar jawaban dari suaminya. Baru saja perempuan tersebut hendak membalas ucapan suaminya, sebuah suara kembali terdengar.
“Terima kasih, ya?” timpal Amal dengan suara lembutnya, tangannya bergerak semakin mempererat pelukan mereka, seolah tidak peduli dengan makhluk sosial lainnya yang kini melirik mereka diam-diam.
“Iya, sama-sama, tapi bisa enggak, pelukannya di lepasin? Enggak sopan, Babe, diliatin orang,” ujar Alee mengingatkan yang membuat amal sontak melepaskan pelukan mereka.
Ia menatap sekeliling, bersamaan dengan itu, orang-orang yang tadi mencuri-curi pandang kini mengalihkan pandangannya. Amal menyengir ke arah istrinya. “Maaf, saya enggak tau kenapa tadi refleks aja mau langsung peluk kamu,” akunya pada sang istri.
“Its okay,” jawab Alee sembari mengusap lengan suaminya.
**
“Ini gaji kamu sebagai sekretaris saya. Ini nafkah saya, uang bulanan, lalu uang buat beli kebutuhan kamu.” Amal memberikan 3 buah amplop yang berisi uang sesuai kebutuhan Alee.
“Enak juga, ya, jadi sekretaris suami sendiri. Dapat gaji, dapat nafkah lagi,” ujar Alee seraya tersenyum manis menerima uang dari sang suaminya.
“Terima kasih, Habibi,” lanjutnya yang membuat Amal menahan diri untuk tidak mengukir senyuman lebar. Ini kali pertama Alee memanggil dirinya Habibi.
“Sama-sama. Oh iya, kayaknya insya Allah Ahad kita udah bisa pindahan. Gimana menurutmu, Babe?” ungkap Amal bertanya pendapat istrinya yang saat ini duduk di sebelahnya.
“Aku ngikut aja,” jawab perempuan itu. Amal menganggukkan kepalanya mendengarkan jawaban dari sang istri.
Pindahan yang dimaksudkan oleh lelaki itu barusan merupakan pindah rumah. Rumah Amal dan Alee baru selesai direnovasi setelah mereka membelinya satu bulan setelah pernikahan mereka. Ahad nanti, mereka akan pindah ke sana.
**
Malam Ahad akhirnya datang menghampiri, Amal dan Alee sudah disibukkan untuk menyelesaikan kegiatan mengemas pakaian dan beberapa benda lainnya. Sebenarnya, kegiatan mereka kali ini hanya untuk mengecek ulang apa-apa saja yang perlu mereka bawa. Kalaupun ada yang terlupa, itu akan dengan mudah untuk diambil, mengingat rumah Alee dan Amal pun masih satu kompleks dengan rumah orang tua mereka.
“Babe, ini seriusan kamu enggak mau ambil ART? Buat bantu beres-beres aja, enggak perlu nginep,” papar Amal kembali meminta jawaban atas pertanyaan yang sudah pernah ia lontarkan pada wanitanya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomansaFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
