Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Happy Reading ~
♡
“Haidar chat aku, boss,” katanya seraya melirik ponsel yang sudah ia perlihatkan pada suaminya.
“Untuk apa dia chat kamu?” tanya Amal seraya mengambil ponsel yang disodorkan oleh sang istri. Matanya kemudian membaca rentetan tulisan yang menjadi pesan yang dikirimkan oleh Haidar.
“Menurut kamu, kalau saya pakai baju ini buat ketemuan sama cewek yang saya suka, gimana?” Begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh Haidar kepada istri Amal.
“Sejak kapan kalian tukar nomor ponsel?” Amal kembali mengajukan pertanyaan pada istrinya.
“Kemarin, tiba-tiba aja dia minta tukaran nomor sama aku dan Zahra,” jawab Alee yang kini menatap ke arah suaminya yang masih menggenggam ponselnya.
“Kamu balas aja pesannya, tapi setiap dia chat kamu, kamu wajib ngasih liat ke saya, boleh?” Amal mengajukan permintaan seraya mengembalikan ponsel sang istri.
Alee menganggukkan kepalanya, tidak keberatan dengan hal itu. “Aku balas pesannya, ya?” Perempuan itu kembali meminta izin ke suaminya.
Amal menganggukkan kepalanya, melihat sang istri kemudian membalas pesan dari Haidar, lantas ia melanjutkan keinginannya untuk memperbaiki hijab sang istri—ia membetulkan beberapa anak rambut terlihat keluar dari hijab istrinya.
“Aku balasnya kayak gini; ‘Bagus-bagus aja’,” ucap Alee, perempuan itu kembali memperlihatkan ponselnya ke arah sang suami.
Amal menganggukkan kepalanya, kemudian ia tampak menempel pada istrinya itu, melihat Alee yang sibuk bermain ponsel, menjelajahi sosial media dan tidak menanggapi pesan dari Haidar yang menyatakan ‘oke’ sebagai balasan.
Setelah beberapa saat keduanya menempel tanpa jarak itu, Alee kemudian minta izin untuk kembali ke ruangannya untuk bekerja, “Aku ke ruanganku dulu, ya, jam istirahat udah habis soalnya pak boss,” ungkap Alee seraya tersenyum tipis.
Aman membalas senyuman dari istrinya itu tangannya kemudian mengusap-usap puncak kepala istrinya. “Semangat, ya,” kata lelaki itu.
Alee menganggukkan kepalanya, “Kamu juga semangat,” balasnya lalu benar-benar beranjak meninggalkan ruangan sang suami.
Kepergian Alee membuat Amal menghela nafasnya, ia sendirian lagi.
**
Alee duduk seraya menyenderkan punggungnya pada kepala kasur, perempuan itu kemudian tampak bermain ponsel. Berusaha mengabaikan sang suami yang semakin hari semakin bertambah berani saja, terbukti dari Amal yang sekarang tengah memakai bajunya di depan sang istri usai selesai dengan kegiatan mandinya.
Ponsel milik Alee kemudian tampak kembali berdering. Sebuah pesan masuk yang membuat perempuan itu segera membacanya. Pesan formal yang datang dari salah satu pegawai part time di perusahaan Amal.
“Anya chat aku, dia tanya katanya ini beneran nomor Althaf sambil ngirim foto kartu nama Althaf.” Alee tiba-tiba saja ingin melaporkan isi pesan dari Anya pada sang suami yang kini ikut duduk di sebelahnya.
“Itu kayaknya memang nomor Althaf,” timpal Amal usai melihat isi pesan yang dimaksud oleh sang istri.
Alee menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan suaminya, kemudian membalas pesan Anya dengan mengatakan bahwa memang benar itu nomor sang adik. “Althaf enggak biasanya ngasih nomor pribadi sang orang,” kata perempuan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
