Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Lama enggak up, nih, kalian apa kabar?🥹
Agustus kemarin Masya Allah banget sibuknya gesss, sorry yaa aku baru bisa up sekarang 🙏🏻🩷
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Happy Reading ~
♡
Tiga hari menjelang pernikahan, Alee dibuat deg-degan dengan hal itu. Di sisi lain, perasaan senang pun kian menghampiri. Sama halnya dengan Amal, yang juga turut merasakan perasaan senang bercampur deg-degan itu.
Saat ini, keduanya beserta beberapa karyawan kantor lainnya tengah berada di ruangan rapat. Amal sengaja mengumpulkan para pegawainya guna memberikan informasi sekaligus undangan pernikahan dirinya dan Alee.
"Loh, pak Amal mau nikah sama Bu Alee?!" Salah satu dari mereka berucap. Terkejut saat dengan tiba-tiba Amal menyodorkan sebuah undangan pernikahan yang bertuliskan nama sang boss dengan sekretarisnya.
"Iya, Alhamdulillah," ucap Amal sembari menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Laki-laki itu juga mencuri pandang pada sang calon istri yang kini hanya tersenyum simpul membalas ucapan salah satu rekan kerjanya.
"Saya nggak nyangka, loh! Kapan pak amal lamarannya? Kok nggak undang-undang?" ujar yang lainnya lagi.
"Euh, kita dijodohkan, makanya pas lamaran nggak undang siapa-siapa, cuman kita-kita aja," balas Amal lagi masih mempertahankan senyuman manisnya.
"Oalah dijodohin, toh! Tapi nggak terpaksa, kan, ya?" Mereka kembali memberikan pertanyaan
"Alhamdulillah, nggak, kok. Sebenarnya juga kita sudah sempat taarufan, ada sebulanan gitu, dan hasilnya cocok sehingga bisa lanjut." Amal kembali menjawab. Sementara Ale, hanya diam membiarkan sang calon suami menjelaskan semuanya kepada rekan kerjanya.
"Tapi kita telat banget, loh, Pak, taunya, tinggal dua hari lagi. Lusa, kan, ya, pernikahannya?" timpal yang lainnya yang membuat Amal kembali tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.
"Iya, Pak, niatnya memang kita ngasih tahu pernikahan kami sekalian juga ngasih tahu kalau kami bakalan cuti, dan otomatis perusahaan juga bakalan libur, karena adik saya udah sibuk ngurusin jualan bapak saya yang lain. Jadi, nggak bisa ngambil alih dulu pekerjaan ini," jawab Amal.
"Berarti kita bakalan liburan juga, Pak, pas selama bapak dan Ibu Ali liburan?" Kembali seseorang menjatuhkan pertanyaan.
Kepala Amal mengangguk lagi pertanda membenarkan ucapan karyawannya tersebut. "Iya, sementara kita libur dulu beberapa hari. Nggak bakal lama juga," terang pria itu yang diangguki oleh para karyawannya.
"Oalah, gitu, toh. Ngomong-ngomong, saya dari tadi udah banyak tanya sampai-sampai lupa ngucapin selamat!" Salah satu karyawan di sana terkekeh kecil menyadari tingkahnya. "Selamat ya, Pak Amal, Bu Ale, semoga semuanya dilancarkan dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah." Ucapan tersebut langsung diaminkan oleh Alee dan juga Amal berserta yang lainnya
"Maaf sebelumnya, Pak, jadi kita dipanggil ke sini hanya karena bapak pengen bagi undangan, kah? Soalnya saya pikir kita bakalan bahas masalah penjualan kita yang akhir-akhir ini nggak mencapai target, Pak. Apalagi, tadi kata bapak, kan, kebetulan bakalan ada libur. Apakah ini nggak akan menambah dampak pada perusahaan?"
Ucapan dari salah satu karyawan tersebut membuat intensi mereka beralih pada sosok pria yang berucap tadi. Alee yang mendengarnya terkejut, selama beberapa hari ini ia dan Amal memang disibukkan dengan urusan pernikahannya, sehingga pekerjaan lebih banyak diambil alih oleh Pak Gery.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
