28. Kencan dan Mual

199 18 1
                                        

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!

Apa kabarr?

Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨

Sorry baru sempat update 🙏🏼

Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻

Jangan lupa sholat 💙

Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣

Selamat berpuasa, jangan lupa ibadah!🫶🏼

Happy Reading ~

“Produk baru Amalan nanti, masih tetep aku yang jadi modelnya?” Althaf bertanya pada Amal. Saat ini, keduanya tengah berada di ruang pemotretan, duduk berdampingan dengan sofa yang berbeda, menunggu pihak dokumentasi dan editing memberikan saran.

“Iya, biar fans-mu enggak kecewa. Lagipula, saya juga sudah bingung mau cari siapa,” jawab Amal berterus terang kepada adik iparnya.

Althaf yang mendengar ucapan dari Amal, sontak saja menyemburkan tawanya. Meskipun tidak sampai terbahak-bahak, Amal dapat melihat bahwa adik iparnya itu benar-benar terlihat bahagia saat mendengar ucapannya.

Hal tersebut membuat pikiran Amal kembali kepada perbincangannya dengan sang istri kemarin. Di mana, Alee bertanya mengenai hubungan dirinya dengan Althaf; Apakah sudah membaik atau masih buruk seperti yang dulu?

"Ngomong-ngomong...." Amal membuka suaranya, membuat tawa Althaf berhenti dan atensinya kembali fokus pada Amal.

"Kenapa?" tanya lelaki tersebut pada kakak iparnya itu.

"Kamu sudah nggak dendam sama saya?" tanya Amal yang membuat Althaf terdiam, lalu kemudian tertawa kecil lagi.

“Udah enggak. Sorry, ya, bang, dulu aku dendaman banget, tapi memang nyebelin, sih, kalau di ingat-ingat,” kata Althaf yg justru membuat Amal ikut menyemburkan tawa.

“Oh iya, soal kemarin ... kamu beneran dekat sama Anya?” Amal bertanya lagi pada adik iparnya itu. Berusaha enjoy dan mengakrabkan diri pada lelaki itu. Maklum, mereka baru saja berbaikan setelah cukup lama Althaf tidak suka padanya.

“Cuma temen,” ungkap Althaf santai.

Amal menganggukkan kepalanya sembari berusaha menahan senyuman. “Temen apa temen?” timpalnya dengan sengaja meledek Althaf yang mungkin sedang ada sesuatu dengan salah satu staff di kantornya itu.

“Temen,” balas Althaf, kali ini sembari mengalihkan pandangannya dengan ekspresi masam karena ledekan dari Amal yang kini tertawa.

Fokus Althaf yang hanya tertuju pada perbincangannya bersama Amal, membuat lelaki itu tidak menyadari kehadiran seseorang yang kini tengah bersedih hati mendengar ucapannya barusan.

**

“Tadi pas saya lagi nunggu sholat isya di masjid, ada anak-anak yang ngomong, katanya mereka mau pergi pasar malam dekat sini, soalnya kebetulan lagi ada bazar dan wahana permainan gitu, kayak kita waktu masih kecil,” ungkap Amal sembari membantu sang istri untuk menyusun hidangan makan malam untuk mereka berdua.

Eum,” gumam Alee merespon ucapan suaminya. “Bazarnya kira-kira jualan apa aja?” tanya perempuan itu kemudian.

“Saya enggak tahu. Kamu penasaran enggak? Kita ke sana, yuk!” Amal mengajak dengan sangat antusias, bahkan lelaki itu sampai mengukir senyuman lebarnya.

Bekal in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang