Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Aku double up, nih! Semoga suka yaa!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Happy Reading ~
♡
Bibir Alee maju beberapa senti karena respons Amal tersebut. "Kamu enggak mau gitu, ganti panggilan 'saya' jadi 'aku' pas ngomong sama aku? Kita kan suami istri, udah saling cinta juga, kan?" pintanya sembari menatap dalam netra sang suami yang kini mengerjapkan matanya.
Mengubah panggilan? Batin Amal bertanya-tanya. "Memangnya beda?" Lelaki tersebut akhirnya memberikan pertanyaan dengan intonasi bingungnya.
"Beda, dong! Aku ngerasa formal banget kalau kamu manggil diri kamu 'saya' ke aku. Even pas di rumah pun, juga gitu. Berasa kayak lagi ngomong sama rekan kerja tau. Padahal di buku kamu, kamu kayak romantis banget pas aku baca kamu nyebut diri kamumu 'aku'," terang Alee panjang lebar, mengeluarkan unek-uneknya, bibirnya masih setia dengan posisi cemberutnya.
Amal menganggukkan kepalanya paham, tangannya kemudian terulur untuk mengelus rambut sang istri. "Iya, saya ganti," jawabnya.
"Beneran?" mata Alee sontak membulat saking senangnya, ditambah kini Amal kembali menganggukkan kepalanya sebagai pembenaran.
"Yes! Aku senang banget!" papar Alee sembari memeluk suaminya dengan bibir yang mengukir senyuman.
**
"Babe, nanti pas pulang kantor kita mampir ke supermarket dulu, yuk, bahan-bahan makanan udah mulai mau habis." Itulah ucapan Alee saat mereka makan siang hari ini pada suaminya, sehingga kini, setelah pulang dari kantor, mereka akhirnya berada di sebuah supermarket untuk membeli bahan makanan.
Alee berjalan sembari melirik ke arah rak makanan, meneliti harga dan barang apa yang ingin ia ambil. Matanya kemudian tertuju pada sebuah kudapan yang menggugah seleranya. Tangannya lantas terulur untuk mengambil kemasan sebelum ditahan oleh sang suami.
Alee menatap bingung pada amal yang kini menahan tangannya. "Kenapa?" tanyanya.
"Boikot, itu produk pendukung Israel," kata Amal seraya menunjukkan sebuah logo di kemasan tersebut-sebuah logo perusahaan yang memang diketahui mendukung genosida yang dilakukan Israel ke Palestina.
"Astaghfirullah! Ih, aku enggak merhatiin tadi!" ujar Alee sembari dengan segera mengembalikan kudapan tersebut dan berjalan meninggalkannya untuk memilih makanan lain.
"Stroberinya cantik-cantik banget!" kata Alee sembari mengambil beberapa kotak untuk dimasukkan ke dalam troli belanja yang didorong oleh suaminya.
"Saya mau semangka," ucap Amal sembari menunjuk buah semangka di dekat Alee.
"Enggak boleh," jawab Alee yang membuat kening Amal berkerut bingung.
"Kenapa?" tanya lelaki tersebut dengan penasaran.
"Lagian, kamu masih pake saya-saya!" komentar Alee cemberut.
Amal menyengir. "Maaf, ya. Aku mau semangka, Babe," ulangnya usai meminta maaf.
Alee langsung tersenyum mendengarnya, perempuan itu kemudian berbalik untuk memilih semangka. Mengetuk-ngetuk buah tersebut seolah memilih mana yang manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
