Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, selamat hari ibu💙
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Happy Reading ~
♡
“Kamu cemburu?” Itulah pertanyaan yang dengan segera Alee tanyakan pada sang suami saat mereka tengah duduk bersama usai melangsungkan ibadah salat Ashar. Amal yang baru saja pulang dari masjid langsung menemui istrinya itu, terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Ale.
“Cemburu apa?” tanya Amal dengan kening yang berkerut, alis lelaki itu bahkan terlihat hampir saling menyentuh satu sama lain karena kebingungannya.
Ale terdiam, tiba-tiba saja gugup menghampirinya hanya karena ingin menjelaskan jenis cemburu apa yang ia maksud dalam pertanyaannya, ditambah lagi Amal yang menatapnya begitu dalam saat ini. “Aku ... aku habis curhat sama Zahra soal kejadian kemarin yang Haidar chat aku, terus kata Zahra, katanya kamu cemburu makanya aku tanya ke kamu,” ucap Alee akhirnya.
Amal mengerjapkan matanya mendengar hal itu, pipinya tiba-tiba saja mengeluarkan semburat kemerahan. Lelaki itu kemudian menjawab, “Ya .. ya wajar kok kalau saya cemburu, saya kan suami kamu,” katanya dengan gugup sembari mengalihkan pandangannya, tidak mau bertatap dengan sang istri—gengsi jika ketahuan sedang salah tingkah.
Mendengar jawaban itu, pipi Alee ikut memerah karenanya. “Kata orang, kalau cemburu, itu tandanya cinta. Memangnya, kamu ... cinta sama aku?” Perempuan tersebut bertanya, kali ini berusaha menatap ke manik mata berwarna coklat tersebut, mengabaikan jantungnya yang sudah berdetak tidak karuan saat Amal kini membalas tatapannya.
Dengan pipi memerah, Amal membalas dengan suara pelannya, mencoba melawan rasa gengsi dihatinya, “Iya.” Keduanya masih sibuk bertatapan saat suara Amal terdengar.
“Ah, iya, sebagai suami-istri kita sudah sepatutnya saling cinta, ya?” Alee tersenyum, takut sudah salah paham duluan dan berakhir terbawa perasaan sendirian.
Amal menggelengkan kepalanya. “Enggak. Saya memang cinta sama kamu, bukan cuma karena kita suami istri, tapi karena ... saya cinta kamu—Aish! Bagaimana cara saya ngejelasinnya?” Lelaki itu tampak menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya. Menghalau penglihatan sang istri untuk melihat wajahnya yang semakin memerah.
Alee sempat terkejut mendengarnya, perempuan itu tampak mengedipkan matanya menatap sang suami yang kini masih dengan posisi menutupi wajah. “Aku juga cinta sama kamu, kok,” ucap perempuan itu, ikut melawan rasa gengsi yang sedari dulu hinggap di dirinya.
Kedua tangan Amal yang semula menutupi wajahnya kini tampak turun dan memperlihatkan matanya yang membulat mendengar pengakuan dari sang istri. Keduanya tampak beradu tatap, seolah saling mencari kebenaran atas pengakuan keduanya barusan.
Peraduan tatapan itu membawa dampak kegugupan yang semakin menjadi-jadi antara pasangan yang baru saja melawan rasa gengsinya dan mengungkapkan perasaan mereka.
“So ... Sekarang kita adalah kekasih?” Amal bertanya sembari menahan senyuman, tatapannya tidak lepas dari wajah cantik istrinya.
“No, kita adalah suami-istri!” timpal Alee, memperlihatkan wajah tidak setujunya akan ungkapan Amal barusan.
Amal menggelengkan kepalanya pelan, senyuman di wajahnya kini terbit dengan sempurna, memperlihatkan sisi sebenarnya akan dirinya yang memang humoris. “Ya, kamu adalah kekasih halal saya, Bos,” ungkap lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
عاطفيّةFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
