Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum! Halo semuanyaaa!!
Apa kabarr?
Btw, Kalau ada yg typo, komen ajaa ya, Pinky, thank u😻✨
Sorry baru sempat update 🙏🏼
Semoga kalian sehat-sehat terus🫶🏻
Jangan lupa sholat 💙
Vote juga yaa biar aku rajin update~👀🥣
Puasa insya Allah akan segera datang, mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman🙏🏼
Happy Reading ~
♡
“Althaf, saya bau enggak?” tanya Amal yang saat ini tengah dilanda kebingungan serta over thinking terhadap ucapan istrinya semalam.
Ya, siapa yang tidak merasakan hal itu coba, kalau yang mengucapkan kamu bau adalah istrimu yang kamu cintai? Mana istrinya itu mengatakan saat mereka sedang dalam momen romantis-romantisnya lagi, lalu di momen romantis itu, dia tampak menjauhinya karena ia merasa suaminya bau.
Seharian Amal memantau Althaf yang kembali di foto untuk sesi hadiah pada produk mereka, karena terus kepikiran dengan ucapan istrinya semalam, dan tanpa bisa dicegah, ia menanyakan dan memastikan ucapan istrinya pada sang adik ipar saat ini.
Althaf yang ditanya demikian mengerutkan keningnya bingung, "Enggak, kok," jawab lelaki itu.
Amal berdecap. "Enggak usah bohong kalau memang saya bau, bilang aja," kata pria itu.
Kerutan di kening Althaf semakin terlihat karena ucapan dari kakak ipar nya itu. "Enggak bau, serius," tegasnya sekali lagi.
“Huft, saya kok enggak yakin kamu jujur,” timpal Amal.
Mendengar hal itu, gantian Althaf yang mendecapkan lidahnya kesal. Matanya menatap sekeliling kemudian berhenti pada satu titik, di mana terdapat seorang gadis dengan hijab pashmina merah maroonnya, yang menjadi titik pemberhentian mata altaf. “Anya, sini, deh!” panggil lelaki itu.
Panggilan tersebut lantas membuat sang empu yang dipanggil mencari sumber suara. Saat indra penglihatannya berhasil menangkap Althaf yang sedang melambaikan tangannya—mengajak ke sana—Anya kemudian dengan segera melangkahkan kakinya menuju dua pria yang berdiri di sana.
Dengan berdiri canggung, perempuan itu bertanya. “Ada apa, ya, Kak?” paparnya bertanya pada Althaf yang tadi memanggilnya.
“Menurut kamu, Pak Amal bau, enggak?” Althaf langsung bertanya yang membuat Amal membulatkan matanya, terkejut dengan pertanyaan spontan nan pribadi tentangnya, yang dilontarkan Althaf pada orang lain.
Anya sendiri yang ditanya demikian semakin tersenyum canggung, kemudian menjawab dengan canggung pula. "Enggak, kok, Pak Amal enggak bau," jawab gadis itu.
“Tuh, enggak bau, Bang,” sahut Althaf usai mendapatkan validasi dari ucapannya.
“Kalian jangan bohong, deh,” kata Amal masih belum percaya dengan ucapan dua orang di depannya dan masih terngiang-ngiang oleh ucapan sang istri.
“Ya Allah! Beneran enggak bau, Bang. Emang siapa, sih, yang ngatain tukang ngadu kayak kamu, bau?” papar Althaf yang kesal dengan Amal yg masih belum percaya juga terhadap ucapnya.
“Istriku,” jawab Amal.
“Ya Allah, istrimu kan lagi hamil, wajar penciumannya beda. Udahlah!” Kata Althaf kesal. “Anya makasih udah kesini, kamu bisa pergi,” lanjutnya yang dituruti oleh Anya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bekal in Love
RomanceFrom; "Boss," to; "Babe," ** "Itu apa?" -Amal "Bekal," -Alee "Buat saya?" -Amal "Bukan, bekal buat akhirat!" -Alee Begitulah awal mula Amal CLBK pada Alee, dari bekal menjadi cinta! Yang plot twist-nya, ternyata ia dijodohkan dengan gadis pujaan hat...
