Drap drap drap
Braaak
" Januuuuu!"
Greeeb
Janu amat sangat terkejut saat mendapati Esha yang memeluk tubuhnya. Ia sedikit kebingungan bagaimana nona nya itu bisa tahu kalau dirinya sudah kembali.
Janu lalu menghela nafasnya. Pasti itu semua ulah Nyonya Silvya. Siapa lagi kalau bukan dia, pasalnya dia tahu bahwa keluarga Esha dan Nyonya Silvya memiliki hubungan yang sangat baik.
Bugh bugh bugh
Esha memukuli dada Janu. Meskipun sedikit lebih keras tapi bagi Janu itu tidak ada rasanya sama sekali. Dan dia hanya tersenyum kecil.
" Kamu jahat banget sih. Kok nggak ngabarin aku kalau udah pulang. Aku khawatir banget tahu nggak. Mana kamu nggak ada kabar."
Suara Esha bergetar, dan Janu tahu bahwa sebentar lagi wanita itu pasti akan menangis. Ia lalu memeluk Esha, dan mengusap lembut kepalanya.
" Maaf Nona, saya tidak sempat memberi kabar. Tapi Nona bisa lihat bahwa saya baik-baik saja bukan?"
Janu mengangkat wajah Esha hingga pandangan mereka beradu. Mata yang berkaca-kaca milik Esha menunjukkan semua ketakutan dan kekhawatirannya, namum ada kelegaan di sana.
Janu mengikis jarak bibir mereka. Entahlah, tapi saat ini yang ada di kepala Janu yakni ia ingin mencium Esha. Ia ingin menegaskan perasaannya terhadap wanita yang selama ini jadi atasannya itu.
Cup
Sebuah kecupan didaratkan oleh Janu, ya dia hanya ingin melakukan sekedar kecupan. Namun siapa sangka Esha mendekap erat tubuh Janu dan balik mencium Janu. Ciuman itu semakin dalam, keduanya saling menelaah hati mereka masing-masing.
Janu mengangkat tubuh Esha ke atas meja lalu menahan kepala Esha agar ciuman mereka terus berlanjut dan tidak berhenti di sana.
Suara cecapan demi cecapan terdengar nyaring di apartemen milik Janu yang sunyi. Tubuh mereka menjadi semakin panas dan bahkan udara dingin dari Air conditioner tidak lagi terasa.
" Haaah. Saya mencintai Anda, Nona."
" Aku juga cinta kamu Jan, sungguh aku takut kamu nggak pulang. Aku takut kamu kenapa-napa."
Janu melerai ciuman mereka. Keduanya sama-sama mengambil nafas. Dan ungkapan cinta itu akhirnya keluar dari mulut Janu dan Esha.
" Jadi, gimana ceritanya."
Kini mereka sudah duduk di sofa, tetu saja Janu memindahkan Esha dengan cara digendong. Ia kemudian menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Mata Esha tampak takjub mendengar semua kisah dari Janu.
Esha sama sekali tidak menyangka bahwa Janu masih keturunan bangsawan. Tapi melihat bagaimana Janu, baik dari sikap maupun wajah, memnag terlihat bahwa pria itu bukan dari orang yang biasa.
" Lalu, apa kamu nggak merasa rugi ninggalin semua itu?"
Pertanyaan Esha memiliki makna yang sama dengan pertanyaan Silvya. Dan jawaban Janu adalah tentu saja tidak. Dia tidak masalah meninggalkan semua itu.
" Saya lahir kan tidak memiliki semua itu Nona, jadi tidak ada alasan merasa menyesal ataupun rugi. Saya hanyalah Janu Mahendra tanpa Aspenas maupun Carpelan."
Greb
Esha kembali memeluk Janu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa kehidupan Janu sangatlah berliku. Ia pikir Janu hanyalah pemuda biasa, ia pikir Janu hanyalah anak yatim-piatu biasa. Tapi ternyata kisah dibalik kelahirannya begitu rumit.
" Nggak apa, kamu adalah kamu. Kamu lah yang menentukan kehidupanmu sekarang. Nggak akan ada yang bisa memengaruhi keputusanmu dalam menjalani hidup. Dan aku akan mendukung setiap keputusanmu."
" Terima kasih Nona, saya sungguh sangat senang mendengarnya."
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Dicintai Nona Muda
Romance" Jadilah suamiku!" " Maaf Nona, saya tidak berani." Janu Mahendra, pria berusia 25 tahun yang belum lama bekerja sebagai asisten pribadi Eshania Riulla Edmund dengan tenang dan ekspresi datar menolak dengan tegas keinginan nona nya. Track record Es...
