Pertemuan dengan keluarga Esha berlangsung begitu saja. Tidak ada yang istimewa karena mereka hanya makan bersama. Darius dan Cilla mengucapkan syukur karena tidak terjadi apapun terhadap Janu. Mereka sungguh senang ketika melihat Janu kembali dengan semangat.
Setelah sarapan berlalu, Janu dan Esha pergi menuju ke perusahan. Hari ini Janu akan bertugas seperti sedia kala. Padahal baik Esha, Darius maupun Cilla meminta Janu untuk istirahat terlebih dahulu. Namun Janu menolak, ia merasa baik-baik saja sehingga tidak perlu untuk lebih lama di rumah.
Sebenarnya bukan tanpa alasan juga Janu langsung ingin mengawal Esha. Tadi dia melihat dua mantan kekasih Esha yang datang. Ferdy dan Artan, dua pria mantan kekasih Esha iyu terlihat masih sangat terobsesi dengan Esha. Janu jelas tidak mau jika mereka kembali mengganggu Esha.
Jika Remi sudah tidak lagi muncul, dan menyadari kesalahannya, maka tidak dengan dua orang itu.
" Nona~"
" Esha Janu, panggil aku Esha. Kam kita udah sepakat kalau hanya ada kita berdua kamu hanya akan manggil nama aku."
Janu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sebenarnya masih canggung mengubah panggilannya. Dari nona menjadi hanya nama saja. Tapi mungkin dia harus berusaha.
" Ekhem ... Baiklah. Esha."
" Ya Janu."
" Ja-jangan dijawab dulu apa. Kan aku belum jadi nanyanya."
Esha terkekeh geli. Dia baru kali ini melihat sisi Janu yang seperi ini, sungguh lucu dan menggemaskan. Wajah malu-malu Janu berbanding terbalik dengan wajah tegasnya ketika dia menjadi pengawal seperi biasanya.
" Oke oke sorry, kamu mau nanya apa hmmm?"
" Itu, apa selama aku pergi Ferdy sama Artan masih ganggu kamu?"
Esha mengangguk. Selama tidak ada Janu, kedua pria itu silih berganti datang ke perusahaan. Bahkan terkadang mereka datang bersama.
Setiap datang baik Ferdy maupun Artan pasti membawa buah tangan. Entah itu bunga atau makanan yang jadi kesukaan Esha.
Keduanya sudah pernah menjadi kekasih Esha, jadi mereka berdua juga cukup tahu tentang apa yang jadi kesukaan Esha.
Namun tidak sekalipun Esha menerimanya. Walaupun Ferdy dan Artan meninggalkan buah tangannya itu di depan gedung perusahaan, maka jika itu bunga , Esha akan meminta security untuk membuangnya. Dan juka itu makanan, maka Esha akan meminta security untuk membagi dan memakannya.
" Jan, aku punya cara buat bikin mereka kapok ngedeketin aku."
" Oh ya, apa itu."
" Menikah, ayo kita nikah Jan."
Ckiiiit
Janu menepikan mobilnya dna berhenti dengan tiba-tiba. Ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Esha itu.
Dulu Esha juga pernah bicara demikian. Namun Janu tidaklah bereaksi apapun karena dulu dia sama sekali tidak punya rasa dengan Esha. Namun sekarang saat hatinya merasakan cinta kepada nona nya, kata-kata dari Esha membuat dadanya menjadi berdebar hebat.
Aneh bukan, jika biasanya wanita yang akan berdebar ketika mendapat ajakan menikah, tapi di sini laki-laki lah yang merasakan jantungnya berdegup hebat. Bahkan wajah Janu memerah bagai tomat yang tengah matang.
" Jan, kenapa?"
" Jangan tiba-tiba apa Sha ngomong gitu. Kaget tahu."
" Ahahahha, dulu perasaan kamu nggak gitu deh. Setiap aku minta kamu buat nikah sama aku, kamu reaksinya yang dingin dan biasa aja."
" Ya dulu kan aku belum suka sama kamu, keadaannya beda sama sekarang Sha."
Esha lagi-lagi tertawa geli. Banyak sisi dari Janu yang baru ia ketahui. Dan ia menjadi penasaran serta tidak sabar untuk melihat sisi-sisi Janu yang lain.
" Jadi gimana soal ide ku tadi Jan?"
" Mari kita menikah. Tapi aku harus minta izin dulu sama Tuan besar dan Tuan Muda Eknath. Beliau kan juga belum nikah. Kalau kita nikah duluan, kita jadi nglangkahi beliau."
" Jangan khawatir, abangku orang yang bener-bener santai. Dia nggak mikir yang gitu-gituan."
Meksipun Esha bicara demikian, tapi Janu tetap tidak ingin santai. Dia harua bicara baik-baik kepada kakak dari Esha. Bagaimanapun dulu dia sudah diminta menjaga Esha, jadi dia ingin meminta Esha dengan cara yang benar.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Dicintai Nona Muda
Romance" Jadilah suamiku!" " Maaf Nona, saya tidak berani." Janu Mahendra, pria berusia 25 tahun yang belum lama bekerja sebagai asisten pribadi Eshania Riulla Edmund dengan tenang dan ekspresi datar menolak dengan tegas keinginan nona nya. Track record Es...
