KIARA'S POV
Aku kembali mencerca Gia agar dia bisa mengatakan ke Orlando kalau aku tidak ingin menggunakan River sebagai pengawas lapangan di proyek kantor baru kami. Namun Gia menolak mentah-mentah keinginanku karena ini sangat tidak profesional.
"Emangnya lo ada masalah apa sama River? Sampai-sampai lo emosi begini." tanya Gia padaku.
"Dia orangnya nyebelin parah, Gi." Aku kemudian menceritakan semua tentang perempuan itu.
Gia hanya menyimakku tanpa berniat menyela satu pun kalimat yang aku ucapkan. Hingga aku selesai bercerita, barulah dia mengungkapkan isi hatinya yang terpendam ketika mendengarku bercerita.
"Itu harusnya elo minta maaf dan bilang makasih sama dia. Bukannya malah maki-maki dia." ujar Gia dengan lantang.
"Tapi kan..."
"Udah Ki udah," Gia menyelaku, "Gue kasih tau nih, kalau River gak ada malam itu dan waktu lo di kafe. Gue jamin lo sekarang berurusan sama polisi karena melakukan hal tidak menyenangkan. Apalagi lo hampir nyiram Davina di depan umum. Lo pikir Mike bakal diem aja?"
"Gia... Mike itu punya gue. Cuma punya gue dan gue pastikan, Mike bakal balik lagi sama gue."
"Udahlah terserah lo, gue capek sama bucin tolol kayak lo."
Setelah mengatakan itu, Gia pergi dengan mobilnya ke kantor baru kami. Yep, dia yang akan menemui River bersama dengan Orlando. Sedangkan aku? Tentu saja aku akan tetap disini dan aku tidak akan kesana kalau River ada disana.
Kini semua orang yang berusaha melindungi Davina adalah musuhku.
*****
Sore ini aku sedang menunggu kedatangan Gia karena ada sesuatu yang harus kami kerjakan bersama. Sekitar setengah jam aku menunggu, akhirnya Gia datang juga sambil membawa sekotak martabak.
"Nih buat lo, biar mood lo naik dikit." ujar Gia sambil menyodorkan martabak padaku.
Aku hanya menerimanya tanpa bersuara. Sepertinya Gia menyadari kekesalanku padanya dan dengan cepat dia kembali mencairkan suasana.
"Gue baru dapet info tentang River," seketika rasa penasaranku muncul saat Gia mengatakan itu. "Tadi pagi lo bilang, River sengaja ngehalangin lo saat lo mau nyiram Davina di kafe?" Aku mengangguk pelan.
Gia terdiam cukup lama sebelum kembali melanjutkan ceritanya.
"Orlando sama River udah temenan sejak SMP. Sedangkan River dan Davina udah saling kenal sebelum mereka ketemu Orlando. Dan lo tau apa yang bikin gue kaget waktu Orlando cerita ke gue?" Aku menggeleng lagi dan kali ini aku benar-benar penasaran. "River dan Davina udah pacaran sejak SMA."
Mendengar itu semua, sontak aku membulatkan mataku karena tidak menyangka kalau tunangan Michael pernah menjalin hubungan dengan sesama perempuan. Seketika aku memiliki ide untuk memisahkan mereka berdua. Michael pasti tidak tahu hal ini, dan kalau dia tahu, sudah pasti Michael akan meninggalkan wanita sialan itu.
Seakan membaca pikiranku, Gia kembali mengatakan sesuatu. "Lo gak bakal pakai cara ini kan untuk misahin Mike dan tunangannya." Aku hanya diam tidak menjawab, namun senyumku merekah begitu sempurna. "Kiara, lo jangan gila. Lo harus move on..."
Aku pergi meninggalkan Gia sendirian dan mencari cara agar aku bisa bertemu dengan Michael untuk memberitahu ini semua.
*****
Sial.
Itulah yang sejak tadi aku ucapkan, Michael sedang berlibur ke luar negeri selama satu bulan ke depan. Jadi aku harus menunggunya untuk pulang agar bisa memberitahu kebenaran dari tunangannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Icy Girl (COMPLETED)
AléatoireSiapa sangka, pertemuanku dengan seorang perempuan berwajah dingin justru membuat hatiku terasa hangat? Aku selalu percaya bahwa kebahagiaan bisa diraih jika aku terus mempertahankan orang yang kucintai. Tapi tak kusangka, seseorang yang selama ini...
