part 26

317 37 0
                                        

Rochelle yang mendengar kabar dari temannya pun segera menuju ke rumah sakit.

"Kak azel gimana? Gimana keadaannya sekarang?". Tanya Rochelle panik.

"Belum ada kabar dari dokter ro, kita juga lagi nunggu". Jawab yeona. Rochelle duduk menenangkan dirinya.

"Anjing, bangsat semuanya. Kenapa ada manusia kayak gitu di dunia ini, pengen gue bejek bejek mukanya". Kesal Rochelle.

"Yang pasti mereka bukan manusia tapi iblis". Tambah cyara.

"Kak riri, sama kak ruby kemana? Mereka udah tau?". Tanya rochelle.

"Mereka lagi ke sekolah. Dan lu tau, kak ruby yang pertama nemuin kak azel makanya dia lagi ngamuk di sekolah. Kak riri juga lagi disana". Jelas yeona.

"Jangan sampe tuh orang ketemu ama gue ya, gue beneran bakal hilangin muka sok cantiknya itu". Ucap rochelle. Namun mereka menoleh saat pintu ruang UGD terbuka. Mereka segera menanyakan keadaan azellia.

"Dok gimana keadaannya sekarang?". Tanya yeona.

"Iya dok, temen saya gapapa kan dok? Tolong kasih tau kami". Tambah rochelle, cyara hanya mengangguk mengiyakan.

"temen kalian mengalami pendarahan pada kepalanya. Saat ini bisa dibilang di tahap kritis. Semoga saja ada keajaiban agar dia bisa cepat sembuh". Jelas dokter membuat mereka khawatir. Mereka takut azellia kenapa napa. Beberapa lama mereka terdiam, mereka melihat orangtua azellia datang. Entah siapa yang mengabarinya. Mereka bertiga menyambut kedua orangtua azellia.

"Tante, om kalian tenang dulu ya". Ucap yeona menenangkan karena wajah mereka terlihat panik.

"Siapa yang berani melukai gadis lembut ku itu, apa yang sudah diperbuat sampe ada yang menyakitinya". Tangisan ibunya membuat ketiganya tak sanggup.

"Gimana keadaan azel?". Tanya ayahnya. Ia ingin memastikan sebelum masuk.

"Kak azel kritis om, karena pendarahan di kepalanya. Tapi kalian tenang aja, kak azel pasti sembuh kok". Ucap rochelle menenangkan kedua orang tua azellia meskipun ibunya memegang dadanya karena sesak mendengarnya.

"Tante tenang ya, kak azel itu orang baik. Dia pasti dilindungi sama tuhan, kami di sini selalu do'ain kak azel, tante jangan panik". Ucap yeona pelan sembari merangkul ibu azellia agar sebelum masuk ia tenang. Yeona pun membawanya masuk dengan pelan agar tidak syok ketika masuk nanti.

"Siapa yang berani melakukan ini? Apa salah anakku? Apa karena kita tidak punya apa-apa makanya dia diperlakukan seperti ini". Ucap ayahnya di luar ruangan. Cyara yang mendengarnya hampir saja menangis namun ia tahan. Rochelle berusaha menenangkan.

"Sabar ya om, kita temen kak azel gak akan tinggal diam. Kita akan meminta keadilan dan pelaku akan dihukum". Ucap rochelle.

"Makasih ya nak, karena kami orang tidak mampu. Kami pasti akan kalah melawan mereka. Dan ternyata masih ada orang kaya yang baik yang bisa membantu kami". Ucap ayahnya berterima kasih.

"Iya om, kami tidak akan membiarkan kak azel dilukai. Kak azel orang baik". Kata rochelle. Ayahnya pun masuk ke dalam untuk melihat keadaan azellia. Sementara cyara melamun begitupun rochelle.

"Meskipun kak azel dilukai, masih ada orangtua yang sayang sama dia, yang kedua orangtuanya lengkap dan gak pernah saling nyakitin". Batin cyara.

"Kalo pun gue punya ayah, gue pengen ayah yang kayak ayahnya kak azel, tapi itu mustahil. Mau sebaik apapun ayah gue, tapi percuma kalo suka nyakitin ibu gue dan lari dari tanggung jawab. Gue gak butuh ayah yang gak cukup satu wanita doang, ayah yang baik bukan hanya baik ke anaknya tapi baik ke istrinya gak tukang selingkuh". Batin rochelle membuat air matanya menetes tanpa izin.

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang