part 23

308 35 0
                                        

Azellia hendak keluar dari kelasnya setelah belajar. Ia akan segera keluar karena jika ia terus saja berada disana akan banyak masalah yang menimpanya. Entah sampai kapan akan seperti itu azellia tak tau. Ia juga selalu mengingat perkataan mereka jika ia hanya numpang dengan pricia yang kaya raya.

"Beneran gak ya, orang-orang mikir aku manfaatin riri". Batinnya.

"Apa aku salah deket sama riri". Lanjutnya memikirkan perkataan teman kelasnya. Namun ia kaget ketika ada seseorang yang menariknya. Ia kaget sampai menutup matanya takut jika orang itu melakukan sesuatu padanya.

"Jangan!". Punya azellia sembari menutup matanya.

"Kak azel". Ucapan itu membuat azellia membuka matanya.

"Roro". Ternyata rochelle yang menariknya sembari merangkulnya. Azellia menghela napas lega setelah melihat itu rochelle.

"Kenapa sih kak, kayak ngeliat hantu aja. Ini gue roro yang paling cantik sedunia". Ucap rochelle dengan percaya diri.

"Kamu ngagetin tau gak". Ucap azellia sembari memegangi dadanya.

"Ya maaf, gue lagi sendirian nih. Kak riri lagi rapat dari tadi, yeona lagi latihan dan gue belum ada panggilan latihan basket dari tadi". Jelas rochelle.

"Makanya gue mau ajak kak azel ke kantin, ternyata kak azel udah pindah kelas ya?". Tanya rochelle membuat azellia terdiam. Ia mengingat lagi, namun ia tak ingin rochelle ikutan kepikiran.

"Iya ro, ayo ke kantin". Ajaknya tak ingin terlalu membahas itu. Mereka berdua pun segera ke kantin.

***
Ramya sedang berada di kamarnya. Ya, kamar adalah kehidupan setiap harinya. Setelah makan siang tadi, ia harus meminum obat lagi.

"Nih obat gak ada habis-habisnya, apa aku minum semuanya ya biar cepet habis". Pikirnya.

"Eh tapi nanti nanti overdosis, mati gimana?". Lanjutnya.

"Tapi gapapa aku mati aja, capek aku nemu obat ini mulu". Tambahnya hendak memasukkan ke dalam mulutnya namun berhenti.

"Nggak! Gak boleh, syukur kalo langsung mati, gimana kalo cacat lagi seumur hidup atau penyakitnya nambah". Pikirnya lagi. Ia pun berdiri hendak mengambil sesuatu.

"Mending aku buang aja, tinggal bilang ke suster kalo aku udah minum obatnya". Ucapnya hendak membuang obatnya. Setelah membuangnya, ia bergegas ke tempat tidurnya lagi dengan tingkah seakan akan tak terjadi apa-apa.

***
Rochelle dan azellia sedang berada di kantin. Mereka hendak memesan makanan. Namun azellia melihat seseorang.

"Eh duduk sini, disini masih kosong". Panggil azellia seperti mengenal seseorang. Azellia memang tipe orang yang baik kesemua orang, ia bahkan ramah walau sedikit misterius. Rochelle yang melihatnya seperti tak suka.

"Gapapa nih gue disini". Tanyanya karena saat itu tempat di kantin itu sedang full, banyak tamu senior yang sedang bertamu.

"Gapapa dong, masa gak boleh". Jawab azellia.

"Kamu udah pesen makanan? Mau aku pesenin gak?". Tanya azellia.

"Gue belum sempet mesen masih banyak orang, ya gue mau ambil tempat dulu". Jawabnya yang ternyata cyara. Dia benar-benar lapar saat itu karena sarapan tadi hanya makan kue.

"Bentar ya aku pesenin, kamu mau pesen apa?". Tanya azellia.

"Gak perlu, gue bisa sendiri". Pinta cyara tidak enak.

"Gapapa kok, aku juga lagi mau beli sesuatu juga sekalian liat pesenan aku udah jadi apa belum". Ucap azellia.

"Yaudah gue pesen mie ayam aja". Kata cyara membuat azellia segera pergi memesan.

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang