part 32

249 28 1
                                        

"Zel, gue kesana bentar ya". Pamit ruby pada azellia saat mereka sedang berjalan bersama. Azellia hanya mengangguk saja. Ia melanjutkan jalannya. Di perjalanan, azellia bertemu pricia.

"Azel, kamu udah masuk sekolah?". Tanya pricia saat melihat azellia.

"Iya, ri. Aku udah sembuh". Jawab azellia.

"Bagus deh kalo gitu, trus gimana, kamu masih di kelas rapper atau gimana". Tanya pricia.

"Aku udah pindah di kelas dancer bareng ruby". Tanya azellia.

"Aku pindah kesana sambil nunggu beasiswa nya di urus". Tambahnya.

"Emang belum ada beasiswa jurusan dance ya? Nanti aku urus deh biar cepet". Ucap pricia membuat azellia kaget.

"Eh gak perlu ri, udah di usahain sama guru kok, kamu gak perlu repot-repot". Tolak azellia.

"Kenapa, aku bisa nyuruh mereka buat percepat kok zel biar kamu bisa tenang". Ucap pricia.

"Hmm, jangan riri. Aku gak enak kalo kamu bantuin aku, gapapa kok". Kata azellia membuat pricia tak percaya. Sepertinya azellia benar benar ingin menghindari bantuan dari nya.

"Kamu takut sama mami aku kalo aku bantuin kamu?". Tanya pricia membuat azellia kaget.

"Nggak kok, aku cuma gamau ngerepotin kamu. Selama ini aku udah banyak ngerepotin orang". Jawab azellia.

"Aku tuh ikhlas dan tulus ya zel, kamu gak perlu takut siapapun. Aku ini sahabat kamu jadi gak ada yang kamu repotin kok". Jelas pricia.

"Aku cuma gamau orang-orang mikir aku manfaatin kamu ri, kita itu beda jauh, makanya kamu jangan terlalu bantuin aku. Semuanya udah cukup bagiku". Ucap azellia.

"Nggak! Nggak ada orang yang boleh ngomong gitu. Kita sama, gak beda zel. Plis jangan dengerin omongan orang". Ucap pricia mendekati azellia.

"Janji jangan menghindar lagi, aku gamau ada yang ngalangin persahabatan kita". Tambah pricia membuat azellia terdiam. Ia juga tidak ingin menghindar, namun ia juga tidak ingin jika orang lain menuduhnya yang tidak tidak.

"Sekarang kita harus kayak dulu lagi zel, aku gamau kamu hindarin aku lagi". Lanjut pricia. Azellia hanya mengangguk.

***
Di dalam kelas xI vocal, masih tak ada percakapan antara yeona dan rochelle beberapa hari. Mereka bahkan pindah tempat duduk tak bersama lagi. Tak ada percakapan apapun dari mereka meskipun saling melirik dari jauh. Mereka sepertinya sama-sama gengsi untuk berbicara duluan. Tak ada yang ingin berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Jam pulang pun tiba. Mereka juga keluar masing-masing tanpa menyapa satu sama lain.

Di perjalanan pulang, mereka bertemu dengan azellia yang bersama cyara dan ruby. Pricia sudah pulang duluan.

"Kak azel". Panggil rochelle.

"Hei udah mau pulang?". Tanya azellia saat mereka bertemu di parkiran.

"Iya nih, gue mau cepet pulang karena orderan kue ibu gue banyak". Jawab rochelle sembari hendak menaiki motornya.

"Kalian belum balik?". Tanya rochelle kembali.

"Gue mau balik sama azel naik motor, cuma lagi nunggu abangnya cyara jemput". Jawab ruby. Saat itu cyara memang dilarang untuk mengendarai motor atau mobil oleh kakaknya.

"Dasar anak bontot emang gitu, dijemput mulu sama abangnya". Ledek rochelle membuat cyara memasang wajah sinis.

"Ihh se bontot bontotnya gue, gue masih mandiri ya gak manja. Cuma abang gue aja yang nyembunyiin kunci motor padahal kan gue mau naik motor sendiri aja". Ucap cyara.

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang