part 24

284 36 0
                                        

Tibalah saatnya dimana hari perlombaan dimulai. Hari itu perlombaannya di adakan di sekolah YG internasional school sehingga mereka mempersiapkan banyak untuk menyambut para tamu dari sekolah lain. Itupun sekolahnya ada batasnya, tidak semua sekolah bisa masuk disana untuk ikut lomba. Sekolah itu cukup luas sehingga memungkinkan untuk mengadakan lomba dan tidak menganggu siswa/siswi lain yang tidak ikut lomba.

"Roro banyak banget orang, gue beneran gugup hari ini woi". Ucap yeona yang akan ikut lomba vocal. Disana ada banyak lomba, diantaranya vocal. Jika menang, mereka akan diundang ke sebuah stasiun televisi.

"Santai aja yeon, kalo lu gugup gak akan selesai nantinya". Kata rochelle menyemangati.

"Lu jangan tinggalin gue disini ro, gue beneran takut banyak orang". Pinta yeona sembari memegangi tangan rochelle.

"Gue kan juga mau ke sekolah lain yeon buat pertandingan basket". Ucapan rochelle membuat yeona kaget.

"Ha? Emang lombanya bukan disini ro?". Tanya yeona tidak percaya.

"Bukanlah, ini aja perlu surat izin 10 lembar buat ada izin dari pihak sekolah. Lu tau kan ketua yayasan pak yusuf gimana? Dia beneran detail banget weh, dia tegas gak gampang ngasih izin aja. Ini aja gue dilarang masuk tadi karena gak boleh ada yang sembarang masuk selain yang ikut lomba. Cuma karena gue izinnya karena gue juga pengurus osis makanya masih bisa masuk". Jelas rochelle.

"Lu panggil kak azel aja atau cyara atau gak ruby". Pikir rochelle

"Paling kak azel, gue belum terlalu akrab sama cyara sama ruby".

" Tapi emang bisa ya?". Tanya yeona.

"Gampang sih, tinggal kasih tau kak riri, kak azel udah lolos masuk kesini". Jawab rochelle sembari melihat pricia yang sedang sibuk mengatur perlengkapan disana.

"Iya juga ya". Ucap yeona.

"Yaudah, gue mau berangkat takutnya gue ditinggal lagi sama tim gue". Pamit rochelle sembari berdiri hendak keluar untuk pergi pertandingan basket. Namun rochelle bertemu dengan pricia.

"Sibuk banget sih kak". Panggil rochelle ketika melihat pricia.

"Banget ro, kali ini beneran capek, udah beberapa hari ini sibuk banget". Ucap pricia. Ia begitu lelah hingga wajahnya sedikit pucat.

"Jangan lupa istirahat kak, yaudah gue mau berangkat dulu, gue titip yeona ya, takutnya nangis gue tinggal". Ledek rochelle pada yeona. Pricia mengangguk paham.

***
Sementara azellia sedang menulis. Ia segera menyelesaikan tugasnya sebelum keluar. Beberapa hari ia tak berinteraksi dengan siapapun di kelas itu selain senyum saja dengan temannya. Azellia pun hendak berdiri namun ia menyenggol seseorang.

"Woi kalo mau berdiri tuh pake mata ya, liat-liat dong. Bukan lu doang yang ada di kelas ini". Kesal teman yang tak sengaja azellia senggol.

"Maaf aku gak liat". Ucap azellia.

"Maaf doang? Lu bersihin sepatunya kotor tuh lu injek tadi". Pinta temannya mengompori.

"Bisa-bisanya orang kismin ini nginjek sepatu lu yang harganya lebih mahal dari dia". Lanjut teman lainnya sembari tertawa.

"Nilainya tinggi tapi ngerapnya belibet anjir, dia itu ngerap apa baca mantra". Tambah yang lain. Azellia tak mengerti padahal ia tak sengaja.

"Aku minta maaf, aku gak liat kalian lewat". Ucap azellia lagi. Teman dari kelas lain memanggil azellia membuat mereka menoleh.

"Azel, kamu dipanggil ke kantor". Panggil temannya.

"Maaf, aku ada urusan". Pamit azellia meninggalkan mereka meski dengan tubuh yang gemetar. Keringat keluar begitu saja karena ketakutan. Ia tak tau itu salah atau benar melarikan diri begitu saja saat mereka lagi panas-panasnya. Azellia pun segera menuju ke kantor karena dipanggil.

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang